Tuesday, July 14, 2020

Pelajari Neokolonialisme

Pengertian Neokolonialisme sebagaimana sejarahnya Era kolonialisme tradisional berakhir pada tahun 1960-an, seiring dengan menguatnya opini publik di Barat yang menolak kolonialisme dan menguatnya perlawanan rakyat di negara-negara koloni. Pada kenyataannya tidak banyak yang berubah bagi kebanyakan masyarakat di negara-negara yang sebelumnya dijajah. Mereka tetap miskin, kekayaan tanah mereka terus mengalir ke arah Barat, bukan kearah mereka. Oleh karena itu, mulai banyak orang didunia, yang sebelumnya dijajah, menyadari bahwa "kemerdekaan" meraka hanya sekedar substitusi kolonialisme yang sekarang dikenal sebagai neokolonialisme. Berikut adalah penjelasan seputar pengertian Neokolonialisme.

Definisi Neokolonialisme

Kata 'Neokolonialisme' pertama kali diperkenalkan oleh Kwame Nkrumah, presiden pertama pasca-kemerdekaan Ghana, dan telah didiskusikan oleh banyak sarjana dan filsuf pada abad ke-20, termasuk Jean-Paul Sartre dan Noam Chomsky.

Seperti Dikutip berdasarkan wikipedia Pengertian Neokolonialisme adalah merupakan praktik Kapitalisme, Globalisasi, dan pasukan kultural untuk mengontrol sebuah negara (biasanya jajahan Eropa terdahulu pada Afrika atau Asia) sebagai pengganti berdasarkan kontrol politik atau militer secara eksklusif. Kontrol tadi sanggup berupa ekonomi, budaya, atau linguistik; menggunakan mempromosikan budaya, bahasa atau media pada daerah jajahan mereka, korporasi tertanam di budaya dapat menciptakan kemajuan yang lebih besar dalam membuka pasar di negara itu. Dengan demikian, neokolonialisme akan menjadi output akhir nisbi dari ketertarikan kepada usaha yg jinak memimpin buat merusak pengaruh kultural.

Neokolonialisme merupakan merupakan satu bentuk ?Penjajahan? Baru antara bangsa yang mempunyai kekuatan yg lebih dengan bangsa-bangsa yg mempunyai kekuatan yg lemah. Penjajahan pada bentuk baru itu nir lagi memandang kolonialisme menjadi penjajahan fisik dimana pemerintahan & penguasaan atas semua sumberdaya dilakukan secara langsung oleh suatu bangsa terhadap bangsa lain. Neokolonialisme berwujud keterpengaruhan yang sangat kuat bahkan ketergantungan satu bangsa terhadap bangsa lain buat melakukan berbagai hal terhadap apa pun yg diinginkan oleh bangsa lain, contohnya pada bidang ideologi, politik, ekonomi, hukum, dan sebagainya. Dalam keadaan misalnya itu maka kedaulatan bangsa yang bersangkutan menjadi semu karena tidak pernah bisa buat sepenuhnya menetukan kebijakannya sendiri.

Praktik neokolonialisme secara harfiah didefinisikan menjadi neo (baru), colonial (penjajah), isme (paham). Secara umum, neokolonialisme berarti sistem penjajahan bentuk baru. Hal ini dikarenakan sistem penjajahan nir dilakukan secara eksklusif misalnya halnya pada zaman kolonial.

Menurut Prasetyo Praktik neokolonialisme hanya mengedepankan sikap hidup yg hedonistik, liberalis dan anti sosial. Hal ini terlihat dalam bentuk persaingan bebas (liberal) yg nir sehat menggunakan hilangnya kontrol pemerintah pada mengendalikan persaingan. Persaingan ini akan membentuk pihak yang menang & yg kalah. Pihak yang menang akan terus berjaya, bersenang-senang (hura-hura) tanpa peduli kepada kesengsaraan pihak yg kalah (anti sosial). Dan sektor publik hanya terkonsentrasi dalam pihak yg menang. Sedangkan pihak yg kalah tidak lagi berada dalam tanggung jawab pemerintah

.

No comments:

Post a Comment