Saturday, July 11, 2020

Pelajari Quick count

Pengertian Quick count. Quick count pertama kali dilakukan oleh NAMFREL (National Citizen Movement for Free Elections) di Philipina pada pemilu tahun 1986 dimana pada saat itu dilakukan untuk mengetahui hasil cepat antara dua kandidat presiden yaitu Ferdinand Marcos dan Corazon Aquino

Sedangkan Di Indonesia, quick count telah diterapkan pertama kali sang Lembaga Penelitian, Pendidikan & Penerangan Ekonomi & Sosial (LP3ES) buat mengetahui hasil penghitungan cepat Pemilu Tahun 1997.

Pengertian Quick count

Definisi Quick count

Pengertian Quick count adalah perhitungan secara cepat output pemilihan umum atau pemilihan ketua daerah dengan memakai TPS (Tempat Pemungutan Suara) sampel. Dengan quick count, output perhitungan bunyi sanggup diketahui 2 sampai 3 jam sesudah perhitungan suara di TPS ditutup.

Pada UU No. 8 Tahun 2012 tentang Pemilu, pengaturan tentang quick count terdapat pada pasal 246 tentang partisipasi masyarakat pada penyelenggaraan pemilu yang menyatakan bahwa partisipasi warga yg dimaksud pada pasal tadi termasuk antara lain Penghitungan cepat hasil pemilu dilakukan menggunakan tidak melakukan keberpihakan dan tidak merugikan atau menguntungkan; Tidak menganggu proses penyelenggaraan pemilu; Serta Bertujuan buat mempertinggi partisipasi warga secara luas serta mendorong terwujudnya suasana aman bagi penyelenggaraan pemilu.

Aspek paling krusial pada quick count adalah penarikan sampel TPS. Jika TPS yg diambil nir representative, maka dapat dipastikan prediksi quick count akan gagal dalam memprediksi perolehan bunyi sesungguhnya dalam Pemilu. Yang mana Unit analisis (pengamatan) quick count merupakan TPS.

Baca Juga

Pengertian Real Count
Pengertian  Exit poll Serta Fungsinya

Walaupun demikian perhitungan awal berdasarkan pada jumlah pemilih. Karena itu penentuan jumlah TPS diawali terlebih dahulu menurut perhitungan sampel pemilih. Dari sampel pemilih itu baru mampu diprediksikan beberapa poly TPS yg akan diambil. Penentuan besar sample berkaitan menggunakan seberapa jauh kita menginginkan ketelitian dari suatu sampel.

Menentukan akbar sample tergantung pada hal berikut:

  1. Keragaman (variasi) dari populasi,
  2. Batas kesalahan sampel yang dikehendaki (sampling error ),
  3. Interval kepercayaan (confidence interval) dan
  4. Jumlah populasi.

No comments:

Post a Comment