Tuesday, June 30, 2020

Pelajari Peranan dan Teorinya

Pengertian Peranan dan Teorinya . Peranan (role) merupakan aspek dinamis kedudukan (status). Apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya maka dia menjalankan suatu peranan. Perbedaan antara kedudukan dengan peranan adalah untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Keduanya tidak dapat pisahkan, karena yang satu tergantung pada yang lain dan sebaliknya. Tak ada peranan tanpa kedudukan atau kedudukan tanpa peranan. Berikut adalah penjelasan seputar pengertian peranan, Hal-Hal Yang Mencakup Peranan dan teori peran.

Definisi Peranan

Istilah peran dalam “Kamus Besar Bahasa Indonesia” mempunyai arti pemain sandiwara (film), tukang lawak pada permainan makyong, perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat.

Peranan adalah konduite yg diperlukan berdasarkan seorang yang memiliki suatu status. Setiap orang mungkin mempunyai sejumlah status dan diharapkan mengisi peran yang sesuai dengan status tadi. Dalam arti tertentu, status & peran adalah dua aspek dari tanda-tanda yang sama. Status merupakan seperangkat hak dan kewajiban & kiprah merupakan pemeranan menurut perangkat kewajiban & hak-hak tersebut (Horton, 1999:118).

Pengertian peranan berdasarkan Soerjono Soekanto (2002:243), yaitu peran merupakan aspek dinamis kedudukan (status), bila seorang melaksanakan hak & kewajibannya sesuai menggunakan kedudukannya, maka beliau menjalankan suatu peranan.

Peranan adalah suatu konsep perilaku apa yg bisa dilaksanakan oleh individu-individu dalam warga sebagai organisasi.Peran jua dapat dikatakan sebagai konduite individu, yg penting bagi struktur sosial masyarakat.

Secara Umum Peranan adalah suatu perilaku atau konduite yang diperlukan sang banyak orang atau sekelompok orang terhadap seorang yg mempunyai status atau kedudukan eksklusif.

Hal-Hal Yang Mencakup Peranan

  1. Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorng dalam masyarakat. Peranan dalam arti ini merupakan rangkaian peraturan-peraturan yang membimbing seseorang dalam kehidupan kemasyarakatan.
  2. Peranan adalah suatu konsep tentang apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai organisasi.
  3. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat (Soekanto, 1995:269).

Teori peranan

Teori kiprah (Role Theory) merupakan deretan berbagai teori, orientasi maupun disiplin ilmu. Selain berdasarkan psikologi, teori peran berawal berdasarkan dan masih tetap dipakai pada sosiologi & antropologi. Dalam ketiga bidang ilmu tadi, kata ?Peran? Diambil menurut dunia teater. Dalam teater, seorang aktor harus bermain menjadi seseorang tokoh eksklusif dan dalam posisinya menjadi tokoh itu ia dibutuhkan buat berprilaku secara eksklusif.

Posisi aktor pada teater (sandiwara) itu kemudian dianalogikan menggunakan posisi seseorang pada masyarakat. Sebagaimana halnya dalam teater, posisi orang dalam warga sama menggunakan posisi aktor dalam teater, yaitu bahwa konduite yang diharapkan daripadanya nir berdiri sendiri, melainkan selalu berada dalam kaitan dengan adanya orang-orang lain yg herbi adanya orang-orang lain yg herbi aktor tersebut. Dari sudut pandangan inilah disusun teori-teori kiprah (Sarwono, 1995:209).

.

Pelajari Dakwah Serta Tujuan Dan Unsur-Unsurnya

Pengertian Dakwah Serta Tujuan Dan Unsur-Unsurnya . Dakwah merupakan bagian integral dari ajaran Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. Kewajiban ini tercermin dari konsep amr ma’ruf dan nahi munkar, yakni perintah untuk mengajak masyarakat melakukan perilaku positif sekaligus mengajak mereka untuk meninggalkan dan menjauhkan diri dari perilaku negatif. Berikut adalah penjelasan seputar pengertian Dakwah, Tujuan dakwah dan unsur-unsur dakwah.

Definisi Dakwah

Secara etimologi (bahasa), dakwah dari dari istilah bahasa Arab dakwah, merupakan bentuk masdar berdasarkan istilah kerja da?A, yad?U, da?Wah, berarti seruan, ajakan, atau panggilan. Kata dakwah pula berarti doa (al-du?A), yakni harapan, permohonan kepada Allah SWT atau seruan (al-nida). Doa atau seruan dalam sesuatu berarti dorongan atau ajakan buat mencapai sesuatu itu (al-du?A ila al-syai? Al-hatsts ?Ala qasdihi) (Ma?Arif, 2011:17).

Sedangkan dakwah secara terminologi (istilah), dakwah ditinjau menjadi seruan dan ajakan kepada manusia menuju kebaikan, petunjuk, serta amar ma?Ruf (perintah yang baik) dan nahi munkar (mencegah kemungkaran) buat menerima kebahagiaan global maupun akhirat (Halimi, 2008:32).

Menurut Nasarudin Latif Dakwah merupakan setiap usaha kegiatan dengan lisan maupun goresan pena yang bersifat menyeru, mengajak, memanggil insan lainnya buat beriman & menaati Allah SWT sinkron menggunakan garis-garis akidah dan syariat serta akhlak Islamiah.

Menurut Ali Makhfud dalam kitabnya ?Hidayatul Mursyidin? Dakwah merupakan mendorong manusia buat berbuat kebajikan & mengikuti petunjuk (kepercayaan ), menyeru mereka pada kebaikan dan mencegah mereka kepada kebaikan dan mencegah mereka berdasarkan perbuatan mungkar agar memperoleh kebahagiaan global & akhirat.

Menurut Quraish Shihab dakwah merupakan seruan atau ajakan pada keinsafan, atau bisnis mengganti situasi yg buruk kepada situasi yg lebih baik dan sempurna baik terhadap eksklusif maupun warga .

Berdasarkan Pengertian Diatas Maka dakwah bisa disimpulkan bahwa

  1. Dakwah adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang bersifat menyeru atau mengajak kepada orang lain untuk mengamalkan ajaran Islam.
  2. Dakwah adalah suatu proses penyampaian ajaran Islam yang dilakukan secara sadar dan sengaja.
  3. Dakwah adalah suatu aktivitas yang pelaksanaannya bisa dilakukan dengan berbagai cara atau metode.
  4. Dakwah adalah kegiatan yang direncanakan dengan tujuan mencari kebahagiaan hidup dengan dasar keridhaan Allah.
  5. Dakwah adalah untuk peningkatan pemahaman keagamaan untuk mengubah pandangan hidup, sikap bathin dan perilaku umat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam menjadi sesuai dengan tuntutan syariat untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat (Munir dan Ilaihi, 2006:21).

Tujuan Dakwah

  1. Tujuan umum dakwah (mayor objective) merupakan sesuatu yang hendak dicapai dalam seluruh aktivitas dakwah. Ini berarti tujuan dakwah yang masih bersifat umum dan utama, di mana seluruh gerak langkahnya proses dakwah harus ditujukan dan diarahkan kepadanya.
  2. Tujuan khusus dakwah (minor objective) merupakan perumusan tujuan sebagai perincian daripada tujuan dakwah. Tujuan ini dimaksudkan agar dalam pelaksanaan seluruh aktivitas dakwah dapat jelas diketahui, ke mana arahnya dan jenis kegiatan apa yang hendak dikerjakan, kepada siapa berdakwah dengan cara yang bagaimana dan sebagaimana dengan cara yang terperinci (Aziz, 2004:67).

Unsur-Unsur Dakwah

  1. Da’i (Pelaku Dakwah) Orang yang melakukan seruan dan ajakan (dakwah) biasa kita kenal dengan istilah “da’i”. Namun, mengingat bahwa proses memanggil atau menyeru tersebut juga merupakan proses penyampaian (tabligh) pesan-pesan tertentu, maka ia juga dikenal dengan sebutan “mubaligh” yakni orang yang berfungsi sebagai komunikator.
  2. Mad’u (Mitra Dakwah) adalah manusia yang menjadi sasaran dakwah. Mereka adalah orang-orang yang telah memiliki atau setidak-tidaknya telah tersentuh oleh kebudayaan asli atau kebudayaan selain islam. Karena itu mad’u senantiasa berubah karena poerubahan aspek sosial kultural, sehingga mad’u ini akan senantiasa mendapatkan perhatian dan tanggapan khusus bagi pelaksanaan dakwah (Pimay, 2006:29).
  3. Maddah (Materi dakwah) adalah isi pesan atau materi yang disampaikan da’i kepada mad’u. Dalam hal ini sudah jelas bahwa yang menjadi maddah dakwah adalah ajaran Islam itu sendiri (Munir & Ilaihi, 2006:24).
  4. Wasilah (media dakwah) adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan materi dakwah (ajaran Islam) kepada mad’u. Untuk menyampaikan ajaran Islam kepada umat, dakwah dapat menggunakan berbagai wasilah. Hamzah Ya’qub membagi wasilah dakwah menjadi lima macam, yaitu: lisan, tulisan, lukisan, audio visual, dan akhlak.
  5. Thoriqah (Metode) Dari segi bahasa metode berasal dari dua kata, yaitu “meta” (melalui) dan “hodos” (jalan atau cara). Dengan demikian kita dapat artikan bahwa metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan.
  6. Atsar (Efek Dakwah) sangat penting sekali artinya dalam proses komunikasi, terutama bagi dakwah yang berisi ajakan atau panggilan untuk berbuat baik, melakukan kebajikan dan mencegah kemunkaran berdasarkan ajaran Islam.

Pelajari Modernisasi Serta Syarat Dan Dampaknya

Pengertian Modernisasi Serta Syarat Dan Dampaknya . Modernisasi bisa dikatakan sebagai suatu usaha secara sadar dari suatu bangsa atau negara untuk menyesuaikan diri dengan konstelasi dunia pada suatu kurun tertentu dengan mempergunakan kemajuan ilmu pengetahuan.

Definisi Modernisasi

Menurut Wilbert E Moore yg mengungkapkan modernisasi merupakan suatu transformasi total kehidupan bersama yang tradisional atau pra modern dalam arti teknologi serta organisasi sosial ke arah pola-pola irit dan politis yg menjadi karakteristik Negara barat yang stabil.

Menurut J W School, modernisasi adalah suatu transformasi, suatu perubahan warga dalam segala aspek-aspeknya.

Menurut Depdikbud RI, Kamus Besar Bahasa Indonesia Modernisasi diartikan sebagai proses pergeseran perilaku & mentalitas sebagai masyarakat warga buat bisa hayati sesuai dengan tuntutan masa sekarang.

Menurut Koentjaraningrat, sebagaimana dikutip Faisal Ismail pada Paradigma Kebudayaan Islam: Studi Kritis & Refleksi Historis, mendefinisikan modernisasi sebagai suatu usaha secara sadar yang dilakukan sang suatu bangsa atau negara buat mengikuti keadaan dengan konstelasi global pada suatu kurun tertentu pada mana bangsa itu hidup.

Syarat Modernisasi

  • Cara berpikir yang ilmiah yang berlembaga dalam kelas penguasa ataupun masyarakat.
  • Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi.
  • Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu.
  • Penciptaan iklim yang menyenangkan dan masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa.
  • Tingkat organisasi yang tinggi yang di satu pihak berarti disiplin, sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan.
  • Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial.

Dampak Positif Modernisasi

  1. Perubahan Tata Nilai dan Sikap Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.
  2. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
  3. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Dampak Negatif Modernisasi

  1. Pola Hidup Konsumtif Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.
  2. Sikap Individualistik. Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.
  3. Gaya Hidup Kebarat-baratan Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.
  4. Kesenjangan Sosial Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial.

Referensi

https://id.Wikipedia.Org/wiki/Modernisasi

Monday, June 29, 2020

Pelajari Aqidah Akhlak Serta Tujuan Dan Fungsinya

Pengertian Aqidah Akhlak Serta Tujuan Dan Fungsinya. Menurut Syaikh Abu Bakar Al-Jaziri akidah adalah kumpulan dari hukum-hukum kebenaran yang jelas yang dapat diterima oleh akal, pendengaran dan perasaan yang diyakini oleh hati manusia dan dipujinya, dipastikan kebenarannya, ditetapkan kesalehannya dan tidak melihat ada yang menyalahinya dan bahwa itu benar serta berlaku selamanya. Anda dapat membaca Pengertian Dan Tujuan Akidah.

Sedangkan Akhlak adalah suatu kondisi atau sifat yang telah meresap dari jiwa dan menjadi kepribadian hingga dari situ timbullah berbagai macam perbuatan dengan cara spontan dan mudah tanpa dibuat-buat dan tanpa melakukan pemikiran. Seputar Pengertian Akhlak.

Definisi Aqidah Akhlak

Aqidah Akhlak adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati dan mengimani Allah SWT dan meralisasikannya dalam perilaku akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari berdasrkan Al-Qur’an dan Hadits melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan serta penggunaan pengalaman.

Tujuan Akidah Akhlak

  1. Menumbuhkembangkan Akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman siswa tentang akidah Islam sehingga menjadi manusia Muslim yang terus berkembang keimanan dan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT
  2. Mewujudkan manusia Indonesia yang berakhlak mulia dan menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan individu maupun sosial, sebagai manifestasi dari ajaran dan nilai-nilai akidah Islam.

Fungsi Aqidah Akhlak

  1. Penanaman nilai ajaran Islam sebagai pedoman mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat;
  2. Pengembangan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta akhlak mulia peserta didik seoptimal mungkin, yang telah ditanamkan lebih dahulu dalam lingkungan keluaraga;
  3. Penyesuaian mental peserta didik terhadap lingkunga fisik dan sosial melalui aqidah akhlak;
  4. Perbaikan kesalahan-kesalan, kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan pengalaman ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari;
  5. Pencegahan peserta didik dari hal-hal negatif dari lingkunganya atau dari budaya asing yang akan di hadapinya sehari-hari;
  6. Pengajaran tentang informasi dan pengetahuan keimanan dan akhlak, serta sistem dan fungsionalnya;
  7. Penyaluran siswa untuk mendalami Aqidah akhlak ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi.

Pelajari Akuntansi Biaya Serta Tujuan Dan Fungsinya

Pengertian Akuntansi Biaya Serta Tujuan Dan Fungsinya . Dalam akuntansi, yang dimaksud dengan biaya adalah aliran sumber daya yang dihitung dalam satuan monometer yang dikeluarkan untuk memperoleh persediaan, tenaga kerja, peralatan, jasa, produk, dan benda lain untuk memperoleh suatu manfaat. Ciri utama yang membedakan akuntansi biaya dengan akuntansi yang lain adalah kajian datanya.

Pengertian Akuntansi Biaya Serta Tujuan Dan Fungsinya

Akuntansi porto mengkaji data porto untuk digolongkan, dicatat, dianalisis & dilaporkan dalam laporan kabar akuntansi. Akuntansi porto pernah dianggap hanya berlaku pada perusahaan manufaktur, tetapi dalam saat ini setiap jenis & berukuran organisasi memperoleh manfaat menurut penggunaan akuntansi biaya . Berikut adalah penjelasan seputar pengertian Akuntansi porto, Tujuan Akuntansi Biaya, Fungsi Akuntansi Biaya dan Tugas sebuah proses akuntansi biaya .

Definisi Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa.

Definisi akuntansi porto dari Supriyono (1983:12) dalam bukunya Akuntansi Biaya, bahwa akuntansi porto adalah ?Keliru satu cabang akuntansi yg adalah alat manajemen buat memonitor & merekam transaksi porto secara sistematis dan menyajikan kabar porto dalam bentuk laporan porto?

Menurut Witjaksono (2006:3), akuntansi biaya menjadi Ilmu, dalam pengertian akuntansi porto merupakan hal yg bisa dipelajari & tentu saja sudah memenuhi kaidah-kaidah tertentu buat bisa diakui sebagai suatu disiplin ilmu; diantaranya logis, dan sudah diterima dan dipraktekkan oleh banyak orang. Dan akuntansi porto menjadi seni, pada pengertian bahwa akuntansi biaya adalah bagian disiplin ilmu sosial yang karakteristiknya didasarkan atas suatu set perkiraan tertentu. Asumsi tadi dapat diungkapkan baik secara tersirat maupun eksplisit. Dan perhitungan pada akuntansi porto sebenarnya merupakan contoh abstraksi dari dunia nyata, yang mempunyai keterbatasan tergantung dalam set asumsi yg membentuk model itu sendiri.

Menurut Carter (2009:11) akuntansi biaya adalah ?Penghitungan biaya dengan tujuan buat kegiatan perencanaan dan pengendalian, perbaikan kualitas dan efisiensi, dan pembuatan keputusan yang bersifat rutin maupun strategis.

Ditinjau dari aktivitasnya, akuntansi porto bisa didefinisikan sebagai proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian porto-porto pembuatan & penjualan barang jadi (produk) atau penyerahan jasa dengan cara-cara eksklusif dan menafsirkan hasilnya.

Jika dipandang menurut kegunaannya, akuntansi porto dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang membuat informasi porto yang bisa dipakai sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan manajemen.

Tujuan Akuntansi Biaya

  1. Menentukan harga pokok. Pada akuntansi keuangan, akuntansi biaya akan menyajikan informasi harga pokok dalam biaya historis, sedangkan pada akuntansi manajemen, akuntansi biaya tidak terikat kepada aturan tertentu tetapi disesuaikan dengan kebutuhan manajmen di dalam perusahaan.
  2. Mengendalikan biaya. Proses pengendalian biaya diawali dengan menentukan biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi satu satuan produk, kemudian akuntansi biaya melakukan analisis terhadap penyimpangan dari biaya sesungguhnya dengan yang direncanakan.
  3. Pengambilan keputusan. Akuntansi biaya akan menyajikan informasi biaya yang berhubungan dengan masa depan, selanjutnya irmasi tersebut akan menjadi acuan dalam pengambilan keputusan.

Fungsi Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya merupakan alat yang dapat memberikan bantuan kepada manajemen dalam memimpin dan menjalankan operasi perusahaan khususnya dalam mengambil keputusan.

Akuntansi porto berfungsi buat mengukur pengorbanan nilai masukan tersebut guna membuat berita bagi manajemen yg galat satu manfaatnya adalah buat mengukur apakah kegiatan usahanya membuat keuntungan atau residu output usaha tadi. Akuntansi porto jua membuat kabar biaya yang bisa digunakan sang manajemen sebagai dasar buat merencanakan alokasi sumber ekonomi yg dikorbankan buat menghasilkan keluaran.

Tugas Sebuah Proses Akuntansi Biaya

  1. Menyediakan data yang diperlukan sebagai dasar perencanaan dan pengendalian kegiatan
  2. Menyediakan data biaya sebagai dasar pengambilan keputusan sehari-hari baik keputusan produksi normal maupun keputusan khusu untuk memilih alternative proyek yang harus diambil
  3. Ikut dalam proses memvariasikan penyusunan anggaran
  4. Menetapkan metode dan prosedur pengendalian baik berupa perbaikan operasi serta program pengurangan biaya (cost reduction program)
  5. Menyusun laporan biaya lengkap.

Pelajari Kebijakan dan Tingkatannya

Pengertian Kebijakan dan Tingkatannya . Pada Kenyataannya kebijakan telah banyak membantu para pelaksana pada tingkat birokrasi pemerintah maupun para politisi untuk memecahkan masalah-masalah publik. Kebijakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan dalam mencapai tujuan atau sasaran. Berikut ini adalah penjelasan seputar pengertian kebijakan serta tingkatan kebijakan.

Definisi Kebijakan

Menurut Carl Friedrich ?Kebijakan merupakan merupakan suatu arah tindakan yg diusulkan sang seorang, grup atau pemerintah pada suatu lingkungan eksklusif yg memberikan hambatan-hambatan & kesempatan-kesempatan terhadap kebijakan yg pada usulkan buat menggunakan dan mengatasi pada rangka mencapai suatu tujuan, atau merealisasikan suatu target atau suatu maksud eksklusif.

Di pada kamus politik yang ditulis oleh Marbun (2007) dikatakan bahwa: ?Kebijakan merupakan rangkaian konsep dan asas yg menjadi garis akbar & dasar planning pada pelaksanaan satu pekerjaan, kepemimpinan pada pemerintahan atau organisasi pernyataan hasrat, tujuan, prinsip atau maksud sebagai garis panduan dalam mencapai sasaran.?

Secara umum kebijakan merupakan aturan tertulis yang merupakan keputusan formal organisasi yang bersifat mengikat anggota yg terkait menggunakan organisasi tadi, yg bisa mengatur perilaku menggunakan tujuan menciptakan tatanilai baru dalam masyarakat.

Menurut William Dun (1999) ?Kebijakan merupakan aturan tertulis yang merupakan keputusan formal organisasi, yang bersifat mengikat, yg mengatur perilaku menggunakan tujuan buat menciptakan tatanilai baru dalam warga . Kebijakan akan menjadi rujukan utama para anggota organisasi atau anggota masyarakat pada berperilaku. Kebijakan pada umumnya bersifat duduk perkara solving dan agresif. Berbeda dengan Hukum (Law) & Peraturan (Regulation), kebijakan lebih bersifat adaptif & intepratatif, meskipun kebijakan juga mengatur ?Apa yg boleh, dan apa yang nir boleh?. Kebijakan juga diharapkan dapat bersifat umum namun tanpa menghilangkan karakteristik lokal yang khusus. Kebijakan harus memberi peluang diintepretasikan sesuai syarat spesifik yang terdapat.?

Tingkatan Kebijakan

  1. Kebijakan umum, yaitu kebijakan yang menjadi pedoman atau petunjuk pelaksanaan baik yang bersifat positif ataupun yang bersifat negatif yang meliputi keseluruhan wilayah atau instansi yang bersangkutan
  2. Kebijakan pelaksanaan adalah kebijakan yang menjabarkan kebijakan umum. Untuk tingkat pusat, peraturan pemerintah tentang pelaksanaan suatu undang-undang
  3. Kebijakan teknis, yaitu kebijakan operasional yang berada dibawah kebijakan pelaksanaan

Sunday, June 28, 2020

Pelajari Kepuasan Kerja Serta Teori Dan Faktornya

Pengertian Kepuasan Kerja Serta Teori Dan Faktornya . Banyak hasil penelitian menyimpulkan bahwa kepuasan kerja akan berpengaruh secara signifikan terhadap prduktivitas kerja. Karyawan yang menilai pekerjaannya dapat memberikan kepuasan akan menurunkan tingkat absensi dan perputaran kerja. Berikut adalah penjelasan seputar pengertian Kepuasan Kerja, Teori Tentang Kepuasan Kerja Dan Faktor yg mengakibatkan kepuasan kerja.

Pengertian Kepuasan Kerja Serta Teori Dan Faktornya

Definisi Kepuasan Kerja

Menurut Robbins (2002:36) kepuasan kerja adalah suatu perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari sebuah evaluasi karakteristiknya. Seseorang dengan tingkat kepuasan kerja yang tinggi memiliki perasaan-perasaan positif tentang pekerjaannya tersebut, sementara seseorang yang tidak puas memiliki perasaan-perasaaan negatif tentang pekerjaan tersebut.

Menurut Griffin & Ebert (2007:246), kepuasan kerja merupakan cara karyawan untuk mencicipi pekerjaannya. Seorang karyawan bisa mencicipi pekerjaannya menguntungkan atau merugikan dirinya tergantung menurut persepsi mereka apakah pekerjaannya menaruh kepuasan atau ketidakpuasan. Ketika karyawan menilai suatu pekerjaan menyenangkan buat dikerjakan, mereka mengatakan bahwa pekerjaan itu memberikan kepuasan kerja. Keadaan ini bisa dilihat dari hasil pekerjaannya, lantaran kepuasan kerja akan dapat meningkatkan kinerja kerja mereka.

Menurut Spector (1997), kepuasan kerja adalah perasaan generik mengenai pekerjaan atau jua sebagai hubungan dari perilaku mengenai banyak sekali aspek pekerjaan.

Menurut Blum dan Anoraga (2001), kepuasan kerja adalah sikap umum yg adalah output dari beberapa perilaku khusus terhadap faktor-faktor pekerjaan, penyesuaian diri dan interaksi sosial individu diluar kerja.

Teori Tentang Kepuasan Kerja

  • Teori Ketidaksesuaian (Discrepancy Theory). Pertama kali dicetuskan oleh Porter (1961) yang mendefinisikan bahwa, “Job satisfaction is the difference between how much of something there should be and how much there is now”. Setiap orang menginginkan agar sejumlah pekerjaan yang telah disumbangkan kepada para pemberi kerja akan dihargai sebesar yang diterima secara kenyataan. Semakin besar selisihnya maka ketidakpuasanpun semakin tinggi.
  • Teori Keadilan (Equity Theory). Pertama kali dicetuskan oleh Zaleznik (1958) kemudian dikembangkan oleh Adams (1963) yang mendeskripsikan bahwa puas atau tidaknya seseorang tergantung dari rasa adil ataupun tidak adil yang diperoleh melalui cara membandingkan dirinya dengan orang lain pada tingkat dan jenis pekerjaan yang sama, pada tempat maupun tempat berbeda.
  • Teori Dua Faktor (Two Factor Theory). Teori ini menyatakan bahwa terdapat dua faktor yang menentukan kepuasan sesorang. Dua faktor yang menentukan rasa puas dan tidak puas seseorang adalah faktor pemeliharaan (maintenance factors) dan faktor motivasi (motivational factors) (Herzberg, 1996). Nama lain faktor pemeliharaan adalah dissatisfiers, hygiene factors, job context, dan extrinsic factors, sedangkan faktor motivasi mempunyai nama lain satisfiers, motivator, job content, dan intrinsic factors.

Faktor yg mengakibatkan kepuasan kerja

  1. Faktor Hubungan Antar Karyawan. Antara lain hubungan antara manager dan karyawan, faktor fisik dan kondisi kerja, hubungan sosial diantara karyawan, sugesti dari teman kerja serta emosi dan situasi kerja.
  2. Faktor Individual. Semua hal yang berhubungan dengan sikap orang terhadap pekerjaannya, umur orang sewaktu bekerja dan jenis kelamin.
  3. Faktor Gaji. Hal ini seringkali menimbulkan ketidakpuasan dan jarang mereka mengekspresikan kepuasan kerjanya dengan sejumlah uang yang diperolehnya.
  4. Faktor Manajemen dan Perusahaan. Faktor ini, bila mampu memberikan situasi dan kondisi kerja yang stabil. Faktor inilah penentu kepuasan kerja karyawan.
  5. Faktor Pengawasan. Bagi karyawan supervisi dianggap sebagai figur ayah sekaligus atasannya. Supervisi yang buruk dapat berakibat absensi dan kenaikan turn over.
  6. Faktor Intrinsik Dari Pekerjaan. Atribut yang ada pada pekerjaan mensyaratkan keterampilan tertentu. Sukar dan mudahnya tugas akan meningkatkan atau mengurangi kepuasan.
  7. Faktor Kondisi Kerja. Meliputi kondisi tempat, ventilasi. Penyinaran, kantin dan tempat parkir.
  8. Faktor Sosial Dalam Pekerjaan. Merupakan salah satu sikap yang sulit digambarkan tetapi dipandang sebagai faktor yang menunjang puas atau tidak puas dalam bekerja.
  9. Faktor Komunikasi. Faktor ini, bila lancar antar karyawan dan manajemen banyak dipakai alasan untuk menyukai jabatan. Dalam hal ini adanya kesediaan pihak atasan untuk mau mendengar, memahami dan mengakui pendapat ataupun prestasi karyawannya sangat berperan dalam menimbulkan rasa puas terhadap pekerjaannya.
  10. Faktor Fasilitas. Merupakan standar suatu jabatan apabila dapat dipenuhi akan menimbulkan rasa puas.

Pelajari Rubella dan Gejala Serta Pencegahannya

Pengertian Rubella dan Gejala Serta Pencegahannya . Apa itu rubella. Gejala rubella biasanya perlu waktu sekitar dua minggu untuk berkembang dan orang mungkin tidak menyadari bahwa mereka sudah terkena penyakit ini. Selama waktu ini, mereka mungkin menyebarkan penyakit ini kepada orang lain termasuk wanita yang hamil muda yang tidak memiliki kekebalan. Usia kehamilan muda adalah masa ketika bayi yang belum lahir itu mempunyai risiko paling tinggi. Berikut penjelasan seputar pengertian rubella Serta Gejala Dan Pencegahannya.

Pengertian Rubella dan Gejala Serta Pencegahannya

Definisi Rubella

Penyakit Rubella merupakan suatu penyakit yg seperti dengan Campak yg juga ditularkan melalui saluran pernapasan waktu batuk atau bersin. Seperti pula Campak, Rubella ditimbulkan oleh virus. Virus Rubella cepat tewas sang sinar ultra violet, bahan kimia, bahan asam dan pemanasan. Rubella dalam anak seringkali hanya menyebabkan gejala demam ringan atau bahkan tanpa tanda-tanda sehingga tak jarang tidak terlaporkan, sedangkan Rubella dalam wanita dewasa acapkali menimbulkan sakit sendi (arthritis atau arthralgia). Rubella dalam wanita hamil terutama dalam kehamilan trimester pertama bisa menyebabkan keguguran atau bayi lahir menggunakan cacat bawaan yg diklaim congenital rubella syndrome (CRS).

Rubella merupakan penyakit akut & ringan yg acapkali menginfeksi anak & dewasa muda yg rentan. Namun yang sebagai perhatian dalam kesehatan masyarakat merupakan efek kepada janin (teratogenik) apabila Rubella ini menyerang perempuan hamil pada trimester pertama. Infeksi Rubella yang terjadi sebelum terjadinya pembuahan & selama awal kehamilan bisa mengakibatkan keguguran, kematian janin atau sindrom rubella kongenital (Congenital Rubella Syndrome/CRS) dalam bayi yg dilahirkan. CRS biasanya bermanifestasi menjadi Penyakit Jantung Bawaan, Katarak Mata, bintik-bintik kemerahan (Purpura), Microcephaly (Kepala Kecil) dan Tuli.

Menurut wikipedia. Rubela atau dikenal pula dengan nama Campak Jerman merupakan penyakit menular yang ditimbulkan oleh virus Rubella. Virus umumnya menginfeksi tubuh melalui pernapasan misalnya hidung & tenggorokan. Anak-anak umumnya sembuh lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Virus ini menular lewat udara. Rubela pula umumnya ditularkan oleh ibu pada bayinya, makanya disarankan buat melakukan tes Rubela sebelum hamil. Bayi yang terkena virus Rubela selama di dalam kandungan beresiko stigma.

Gejala Rubella

  1. Pembengkakan pada kelenjar getah bening.
  2. Demam di atas 38 derajat Celsius.
  3. Mata terasa nyeri.
  4. Muncul bintik-bintik merah di seluruh tubuh.
  5. Kulit kering.
  6. Sakit pada persendian.
  7. Sakit kepala.
  8. Hilang nafsu makan.
  9. Wajah pucat dan lemas.
  10. Terkadang disertai dengan pilek

Pencegahan Rubella

Imunisasi MMR dalam usia 12 bulan & 4 tahun. Vaksin rubella merupakan bagian dari imunisasi rutin dalam masa kanak=-kanak. Vaksin MMR diberikan dalam usia 12-15 bulan, dosis ke 2 diberikan dalam usia 4-6 tahun.

Wanita usia subur sanggup menjalani pemeriksaan serologi untuk rubella. Jika nir memiliki antibodi, diberikan imunisasi & baru boleh hamil 3 bulan sehabis penyuntikan. Vaksinasi sebaiknya nir diberikan saat bunda sedang hamil atau pada orang yang mengalami gangguan sistem kekebalan akibat kanker, terapi kortikosteroid juga terapi penyinaran.

Referensi

Wikipedia.Org

Pelajari Sumber Daya Manusia Dan Komponennya

Pengertian Sumber Daya Manusia Dan Komponennya . Pada saat ini tenaga kerja biasa juga dikenal dengan istilah Sumber Daya Manusia. Sumber daya manusia memiliki posisi yang sangat strategis dalam organisasi, artinya unsur manusia memegang peranan penting dalam melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan. Eksistensi sumber daya manusia itulah yang terdapat dalam organisasi yang kuat. Mencapai kondisi yang diharapkan diperlukan adanya manajemen terhadap sumber daya manusia secara memadai sehingga terciptalah sumber daya manusia yang berkualitas, loyal dan berprestasi.

Pengertian Sumber Daya Manusia Dan Komponennya

Sumber daya insan adalah keliru satu hal yg terpenting pada sebuah organisasi. Secara generik, suatu organisasi (pada hal ini perusahaan) nir dapat dipisahkan menurut sumber daya manusia. Keberhasilan suatu perusahaan mencapai tujuannya tidak tanggal berdasarkan peran asal daya manusia yg efektif. Efektifitas kerja karyawan sangat mendukung perusahaan pada mencapai tujuan organisasi dan menaikkan kinerja perusahaan tersebut. Usaha untuk terus meningkatkan efektifitas kerja karyawan harus terus dilakukan oleh perusahaan.

Definisi Sumber Daya Manusia

Menurut Werther dan Davis dalam Sutrisno (2009:1) pengertian sumber daya manusia adalah pegawai yang siap, mampu dan siaga dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi. Timbulnya kebutuhan untuk membantu organisasi dalam melaksanakan tujuannya merupakan profesionalisme dalam bekerja. Kebutuhan akan profesionalisme menunjukkan bahwa semakin berperannya sumber daya manusia dalam mencapai keberhasilan organisasi.

Dikutip berdasarkan wikipedia. Sumber daya manusia (SDM) adalah merupakan salah satu faktor yg sangat krusial bahkan nir bisa dilepaskan berdasarkan sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahaan. SDM jua merupakan kunci yg menentukan perkembangan perusahaan. Pada hakikatnya, SDM berupa manusia yg dipekerjakan di sebuah organisasi sebagai penggerak, pemikir dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi itu.

Menurut Hadari Nawawi yg dimaksud menjadi sumber daya insan mencakup 3 pengertian, yaitu :

  • Sumber daya manusia adalah manusia yang bekerja di lingkungan suatu organisasi yang disebut juga personil, tenaga kerja atau karyawan.
  • Sumber daya manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya.
  • Sumber daya manusia adalah potensi yang merupakan aset dan berfungsi sebagai modal baik non material ataupun non finansial di dalam organisasi bisnis, yang dapat diwujudkan menjadi potensi nyata secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensinya.

Sumber daya insan secara mikro merupakan individu yang bekerja & menjadi anggota suatu perusahaan atau institusi dan biasa diklaim sebagai pegawai, buruh, karyawan, pekerja, energi kerja dan lain sebagainya.

Sumber daya insan secara makro adalah penduduk suatu negara yang telah memasuki usia angkatan kerja, baik yg belum bekerja maupun yg telah bekerja.

Pengertian asal daya manusia secara umum merupakan insan yg ada di dalam lingkungan suatu organisasi buat bekerja, yang memiliki potensi buat melaksanakan kegiatan organisasi. Sumber daya insan jua bisa dianggap menjadi aset yang dimiliki oleh suatu organisasi buat menghasilkan suatu potensi pada bentuk hasil kerja yang nyata bagi kepentingan organisasi.

Komponen Sumber Daya Manusia

  1. Pengusaha, ialah setiap orang yang menginvestasikan modalnya untuk memperoleh pendapatan dan besarnya pendapatan itu tidak menentu tergantung pada laba yang dicapai perusahaan tersebut.
  2. Karyawan, ialah penjual jasa (pikiran dan tenaganya) untuk mengerjakan pekerjaan yang diberikan dan berhak memperoleh kompensasi yang besarnya telah ditetapkan terlebih dahulu (sesuai perjanjian).
  3. Pemimpin, ialah seseorang yang mempergunakan wewenang dan kepemimpinannya untuk mengarahkan orang lain serta bertanggung jawab atas pekerjaan orang tersebut dalam mencapai suatu tujuan.

Saturday, June 27, 2020

Pelajari Ulama Dan Tugasnya

Pengertian Ulama Dan Tugasnya . Di Indonesia, kata Ulama yang menjadi kata jama’ alim, umumnya diartikan sebagai “orang yang berilmu”. Peran Ulama merupakan pewaris para nabi, sumber peta bagi manusia. Barang siapa mengikuti petunjuk mereka, maka ia termasuk orang yang selamat. Barang siapa yang dengan kesombongan dan kebodohan menentang mereka, ia termasuk orang yang sesat. Para ulama adalah wali dan kekasih Allah, dialah manusia yang pengetahuannya tentang Allah bertambah, mengetahui keagungan-Nya, dan kekuasaan-Nya, maka dalam dirinya akan timbul rasa takut dan takzim makan keagungan dan ketinggian kekuasaan-Nya.

Definisi Ulama

Menurut pemahaman yg berlaku hingga sekarang, Ulama adalah mereka yg pakar atau mempunyai kelebihan pada bidang ilmu pada kepercayaan Islam, seperti pakar pada tafsir, ilmu hadist, ilmu kalam, bahasa Arab dan paramasastranya seperti saraf, nahwu, balagah dan sebagainya.

Menurut Wikipedia. Ulama merupakan pemuka kepercayaan atau pemimpin agama yang bertugas buat mengayomi, membina dan membimbing umat Islam baik pada kasus-perkara agama maupum masalah sehari hari yg diharapkan baik menurut sisi keagamaan juga sosial kemasyarakatan. Makna sebenarnya pada bahasa Arab merupakan ilmuwan atau peneliti, kemudian arti ulama tadi berubah saat diserap kedalam Bahasa Indonesia, yang maknanya adalah sebagai orang yg ahli pada ilmu kepercayaan Islam.

Pengertian ulama secara harfiyah adalah ?Orang-orang yang memiliki ilmu?. Dari pengertian secara harfiyah bisa disimpulkan bahwa ulama adalah:

  • Orang Muslim yang menguasai ilmu agama Islam
  • Muslim yang memahami syariat Islam secara menyeluruh (kaaffah) sebagaimana terangkum dalam Al-Quran dan ''as-Sunnah''
  • Menjadi teladan umat Islam dalam memahami serta mengamalkannya.

Menurut Ensiklopedia pada Islam, Ulama merupakan orang yang mempunyai ilmu agama & pengetahuan, keulamaan yang menggunakan pengetahuannya tersebut mempunyai rasa takut & tunduk pada Allah Swt. Sebagai orang yg mempunyai pengetahuan luas, maka Ulama sudah mengukir banyak sekali peran dimasyarakat, galat satu kiprah Ulama menjadi tokoh Islam, yg patut dicatat adalah mereka sebagai kelompok terpelajar yg membawa pencerahan pada rakyat sekitarnya.

Beberapa pendapat yg dikemukakan oleh para Mufassir salaf (Sahabat dan Tabiin) yang memiliki ilmu dalam keislaman merumuskan apa yg dimaksud dengan Ulama, antara lain merupakan :

  • Imam Mujahid berpendapat bahwa Ulama adalah orang yang hanya takut kepada Allah Swt. Malik bin Abbas pun menegaskan orang yang tidak takut kepada Allah bukanlah Ulama.
  • Hasan Basri berpendapat bahwa Ulama adalah orang yang takut kepada Allah disebabkan perkara gaib, suka kepada setiap sesuatu yang disukai Allah, dan menolak segala sesuatu yang dimurkai-Nya.
  • Ali Ash-Shabuni berpendapat bahwa ulama adalah orang yang rasa takutnya kepada Allah sangat mendalam disebabkan makrifatnya.
  • Ibnu Katsir berpendapat bahwa Ulama adalah yang benar-benar makrifatnya kepada Allah sehingga mereka takut kepada-Nya. Jika makrifatnya sudah sangat dalam, maka sempurnalah takut kepada Allah.
  • Sayyid Quthub berpendapat bahwa Ulama adalah orang yang senantiasa berpikir kritis akan kitab Al-Qur’an (yang mendalami maknanya) sehingga mereka akan makrifat secara hakiki kepada Allah. Mereka makrifat karena memperhatikan tanda bukti ciptaan-Nya. Mereka yang merasakan pula hakikat keagungan-Nya melalui segala ciptaan-Nya. Karena itu mereka takwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya.
  • Syekh Nawawi Al-Bantani berpendapat bahwa Ulama adalah orang – orang yang menguasai segala hukum syara’ untuk menetapkan sah itikad maupun amal syariah lainnya. Sedangkan Dr. Wahbah az-Zuhaili berkata “secara naluri, Ulama adalah orang – orang yang mampu menganalisa fenomena alam untuk kepentingan hidup dunia dan akhirat serta takut ancaman Allah jika terjerumus kedalam kenistaan. Orang yang maksiat hakikatnya bukan Ulama.

Tugas Ulama

  1. Tugas Intelektual, ia harus mengembangkan berbagai pemikiran sebagai rujukan umat. Ia dapat menegmbangkan pemikiran ini dengan mendirikan majelis–majelis ilmu, pesantren, atau lewat menyusun kitab-kitab yang bermanfaat bagi manusia yang meliputi ilmu Al-Qur’an, Al-Hadits, Fiqh, ilmu-ilmu Aqliah, dan lain-lain.
  2. Tugas bimbingan keagamaan, ia harus menjadi rujukan dalam menjelaskan halal haram, ia mengeluarkan fatwa tentang berbagai hal yang berkenaan dengan hukum – hukum Islam.
  3. Tugas komunikasi dengan umat, ia harus dekat dengan umat yang dibimbingnya. Ia tidak boleh berpisah dengan membentuk kelas elit. Akses pada umatnya diperoleh melalui hubungan langsung, mengirim wakil kesetiap daerah secara permanen, atau menyampaikan khotbah.
  4. Tugas menegakkan syi’ar Islam, ia harus memelihara, melestarikan dan menegakkan berbagia manifestasi ajaran Islam. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun Masjid, meramaikannya dan menghidupkan ruh Islam di dalamnya, menyemarakkan upacara-upacara keagamaan dan merevitalisasikan maknanya dalam kehidupan akhlak dan dengan menghidupkan sunah Rasulullah SAW, sambil menghilangkan bid’ah –bid’ah jahiliyah.
  5. Tugas mempertahankan hak–hak umat, ia harus tampil membela kepentingan umat, bila hak–hak mereka dirampas, ia harus berjuang meringankan penderitaan mereka dan membebaskan belenggu–belenggu yang memasung kebebasan mereka.
  6. Tugas berjuang melawan musuh Islam dan Mukminin, Ulama adalah Mujahidin yang siap menhadapi lawan-lawan islam, bukan saja dengan pena dan ibadah, tetapi dengan tangan dan dada. Mereka selalu mencari syahadah sebagai kesaksian dan komitmennya yang total terhadap Islam.

Pelajari Biaya Overhead Pabrik (BOP)

Pengertian Biaya Overhead Pabrik (BOP) . Apa yang Dimaksud dengan Biaya Overhead Pabrik. Berikut adalah penjelasan seputar pengertian Biaya Overhead Pabrik serta Penggolongan Biaya Overhead Pabrik.

Definisi Biaya Overhead Pabrik

Biaya overhead pabrik (BOP) adalah biaya produksi selain bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik didefinisikan sebagai bahan tidak langsung, buruh tidak langsung, dan biaya-biaya lainnya yang tidak secara mudah diidentifikasikan atau dibebankan langsung pada suatu pekerjaan, hasil produksi, atau tujuan akhir biaya tertentu seperti kontrak-kontrak pemerintah.

Menurut Garrison, dkk (2013:56), Pengertian Biaya Overhead Pabrik adalah seluruh biaya manufaktur yang nir termasuk pada bahan langsung dan tenaga kerja langsung.

Menurut Halim (2005:90), Definisi Biaya Overhead Pabrik adalah semua porto produksi yg tidak dapat diklasifikasikan menjadi porto bahan baku langsung atau biaya energi kerja eksklusif.

Penggolongan Biaya Overhead Pabrik (BOP)

  • Penggolongan biaya overhead pabrik menurut sifatnya. Dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan, biaya overhead pabrik adalah biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya-biaya produksi yang termasuk dalam biaya overhead pabrik dikelompokan menjadi beberapa golongan di bawah ini: (a) Biaya bahan penolong (b) Biaya reparasi dan pemeliharaan (c) Biaya tenaga kerja tidak langsung (d) Biaya yang timbul sebagai akibat penilaian terhadap aktiva tetap (e) Biaya yang timbul sebagai akibat berlalunya waktu (f) Biaya overhead pabrik lain yang secara langsung memerlukan pengeluaran uang tunai.
  • Penggolongan biaya overhead pabrik menurut perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan. Dilihat dari perilaku unsur-unsur biaya overhead pabrik dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, biaya overhead pabrik dapat dibagi menjadi tiga golongan: biaya overhead pabrik tetap, biaya overhead pabrik variabel dan biaya overhead pabrik semivariabel.
  • Penggolongan biaya overhead pabrik menurut hubungannya dengan departemen. Apabila selain memiliki departemen produksi perusahaan juga mempunyai departemen-departemen pembantu seperti misalnya departemen pembangkit tenaga listrik, departemen dan perawatan bengkel, maka biaya overhead pabrik meliputi juga semua jenis biaya yang terjadi di departemen-departemen pembantu ini, yang meliputi biaya tenaga kerja, depresiasi, reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap, asuransi yang terjadi di departemen pembantu tersebut.

Pelajari Sesar Palu Koro

Pengertian Sesar Palu Koro . Tepat pada hari jumat tanggal 28 September 2018 pukul 17.02 WIB, gempa dengan kekuatan 7,4 skala Richter (SR) mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah yang mengakibatkan terjadinya tsunami di pesisir Kota Palu dan Donggala. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi ketinggian tsunami sekitar 1,5 hingga 2 meter. Berikut adalah penjelasan seputar pengertian Sesar Palu Koro.

Pengertian Sesar Palu Koro

Definisi Sesar Palu Koro

Secara kata, sesar (fault) sama menggunakan patahan (faulting) kerak bumi (crust) yg keliru satunya, atau keduanya sekaligus berubah posisi dari posisi semula. Aktivitas sesar ini membentuk gempa akbar & mini & memiliki siklus.

Sulawesi memiliki sesar aktif, yaitu Sesar Palu-Koro, membentang menurut Teluk Palu hingga ke Lembah Koro. Lalu menyambung ke Timur ke Sesar Matano. Beberapa pakar geologi lain menyebut Sesar Palu-Koro sepanjang Teluk Palu sampai ke Teluk Bone (500 Km). Teluk Palu, Kota Palu, Toraja, wilayah Poso, Teluk Bone, atau Sulawesi Selatan dan Tenggara merupakan beberapa wilayah yg bisa menanggung resiko itu, lantaran berada di wilayah Sesar Palu-Koro

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho berpendapat bahwa, sesar Palu Koro adalah merupakan patahan yang membelah Sulawesi sebagai 2, dimulai berdasarkan batas perairan Laut Sulawesi menggunakan Selat Makassar hingga ke Teluk Bone. Sesar Palu Koro ini dikatakan sangat aktif sampai pergerakannya mencapai 35 sampai 44 milimeter per tahun.

Tim Peneliti Ekspedisi Palu Koro membicarakan, gempa dampak patahan Palu Koro ini pernah terjadi pada 1907. Kemudian pulang berguncang pada 1927 dan 1968 sampai menyebabkan tsunami akbar menyapu wilayah tepi pantai. ?Tapi Gempa dampak Sesar Palu Koro, jua gempa di manapun pada global nir bisa diramal kapan datangnya,? Jelas Rini.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB berujar daerah Sulawesi Tengah terutama Kota Palu & Kabupaten Donggala adalah daerah yang rawan dilanda gempa & tsunami. Dia mengaku pihaknya sudah melakukan mitigasi risiko bala dengan poly melakukan sosialisasi dan gladi menghadapi situasi gempa & tsunami.

Sumber

Ekspedisi Palu Koro

Friday, June 26, 2020

Pelajari Ta’aruf Serta Alasan Dan Modelnya

Pengertian Ta’aruf Serta Alasan Dan Modelnya . Proses ta’aruf dilakukan untuk meminimalis fenomena negatif salah satunya resiko kepudaran rumah tangga yang berpotensi diri tidak sakinah. Kasus pudarnya rumah tangga kian meluas dan mengancam unit terkecil. Pentingnya ta’aruf agar calon pasangan mengetahui calon dari segi agama, akhlak, wajah serta latar belakang, ta’aruf juga sebagai jembatan yang memperdekat jarak untuk melihat apakah calon tersebut cocok atau tidak, ta’aruf juga dapat mempersempit ruang penyesalan setelah menikah, timbulnya penerimaan dan kesadaran penuh dalam mengarungi bahtera rumah tangga, serta menyederhanakan masalah atau langkah menuju perkawinan yang memang sederhana agar tidak berbelit-belit.

Pengertian Ta’aruf Serta Alasan Dan Modelnya

Proses ta’aruf memungkinkan seseorang untuk menolak ketika ia tidak berkenan dengan calon yang akan dijodohkan karena proses tersebut tidak membuka kontak fisik dalam bentuk apapun sehingga para calon tidak dapat bebas melakukan apa saja. Proses ta’aruf menuntut pasangan untuk tidak mengembangkan rasa cinta sebelum menikah.

Definisi  Ta'aruf

Menurut Wikipedia Definisi Ta'aruf adalah kegiatan berkunjung ke rumah seseorang untuk berkenalan dengan penghuninya.Taaruf dapat menjadi langkah awal untuk mengenalkan dua keluarga yang akan menjodohkan salah satu anggota keluarga. Taaruf dapat pula dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke pernikahan.

Taaruf berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar'i diperintahkan oleh Nabi Muhammad bagi pasangan yang ingin menikah. Perbedaan antara pacaran dengan taaruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Menurut Islam, pacaran dianggap sebagai kesenangan yang tidak berlangsung lama, dan dianggap jalan menuju perbuatan zina dan maksiat.

Menurut Abdullah memberikan pengertian ta’aruf, yaitu: “Ta’aruf sebagai proses mengenal dan penjajakan calon pasangan dengan bantuan dari seseorang atau lembaga yang dapat dipercaya sebagai perantara atau mediator untuk memilihkan pasangan sesuai dengan kriteria yang diinginkan sebagai proses awal untuk menuju pernikahan” (dalam Filah, 2011).

Ta’aruf berasal dari ta’arrofa yang artinya menjadi tahu, yang asal akarnya ‘a-ro-fa yang berarti mengenal-perkenalan. Mengenai makna dasar ta’aruf diperkuat dengan penjelasan Al-Qur’an Surah Al-Hujurah ayat 13: Yang artinya: “Hai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku lit a’ārafū (supaya kamu saling kenal)… sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi amah mengenal.”(QS. Al-Hujurat : 13).

Alasan Ta’aruf

Alasan orang memilih ta’aruf sebagai proses pencarian dan penjajakan calon pasangan hidupnya adalah karena proses ta’aruf ini sesuai dengan ajaran Islam yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadist, antara lain:

  1. Ta’aruf menjauhkan diri dari perbuatan zina. Secara tegas Rasulullah SAW bersabda: “Telah ditakdirkan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti akan ia lakukan dan tidak bisa dihindari. Adapun mata, maka zinanya adalah melihat, zinanya telinga adalah mendengar, sedangkan zinanya lidah adalah berbicara dan zinanya tangan adalah menyentuh dan zinanya kaki adalah melangkah, sedangkan zinanya hati adalah membayangkan dan berangan-angan, adapun yang akan membuktikannya adalah kemaluan, ataupun mendustakannya”.
  2. Meyakinkan individu yang ta’aruf bahwa jodoh mereka sesuai dengan diri mereka sendiri, jika ia adalah laki-laki yang baik, maka jodohnya kelak adalah wanita yang baik, begitupula sebaliknya. Sehingga mereka yang ta’aruf tidak merasa takut lagi dengan siapa pun jodoh mereka kelak.
  3. Proses ta’aruf yang selalu didampingi oleh murobbi dalam setiap pertemuannya merupakan sebuah proses perkenalan pria dan wanita yang sesuai dengan ajaran Islam.
  4. Keutamaan dalam pemilihan pasangan melalui ta’aruf adalah karena dalam proses ini landasan agama seseorang menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pasangan. Murobbi dalam proses ta’aruf selain berfungsi menjadi perantara antara pria dan wanita yang ingin menikah, juga berperan menjadi informan tentang bagaimana agama individu yang ta’aruf tersebut. Agama disini maksudnya menggambarkan bagaimana tingkat pemahaman individu tentang Islam dan aplikasi individu tersebut dalam menjalankan ajaran Islam dalam kehidupannya sehari-hari.

Model-Model Ta’aruf

  1. Otoritas Pembina Pembina disini adalah guru ngaji atau ustadz. Proses ta’aruf pada model ini berjalan sangat ketat. Interaksi antara kedua pasangan yang akan ta’aruf mendapat pengawasan intensif. Pertemuan-pertemuan harus dengan sepengetahuan pembina.
  2. Rekomendasi Teman. Pada model ta’aruf ini calon pendamping direkomendasikan oleh teman. Jika orang tersebut setuju, maka proses dilanjutkan dengan memberitahukan kepada pembina. Apabila pembina setuju, maka proses dilanjutkan dengan mempertemukan kedua pasangan tersebut dengan didampingi pembinaan atau teman yang merekomendasikan tersebut.
  3. Pilihan Pribadi Model ini tidak jauh berbeda dengan model kedua yaitu rekomenda si teman. Dalam hal ini orang yang akan ta’aruf sudah pernah melihat calon yang akan berproses dalam ta’aruf tersebut. Cara yang ditempuh adalah dengan meminta bantuan pembina atau orang lain.

Pelajari Bidan serta Filosofinya

Pengertian Bidan serta Filosofinya . Bidan diakui sebagai tenaga profesional di dalam bidang kesehatan yang bertanggung-jawab dan akuntabel, yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan nasihat selama masa hamil, masa persalinan dan masa nifas, memfasilitasi dan memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri dan memberikan asuhan kepada bayi baru lahir, dan bayi. Asuhan ini mencakup upaya pencegahan, promosi persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anak, dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai, serta melaksanakan tindakan kegawat-daruratan. Berikut adalah penjelasan seputar pengertian Bidan serta Filosofi Bidan.

Pengertian Bidan serta Filosofinya

Definisi Bidan

Istilah Bidan berasal dari kata “Widwan” berasal dari Bahasa Sanksekerta yang berarti “Cakap” (Klinkert, 1892). Di samping itu terdapat istilah “Membidan” yang artinya mengadakan sedekah bagi penolong persalinan yang minta diri setelah bayi berumur 40 hari. Sedangkan dalam Bahasa Inggris “Midwife” berarti with woman as birth, the renewal of life continues through the ages. “With Woman” maksudnya adalah pada saat mendampingi perempuan selama proses persalinan dan pada saat memberikan pelayanan kebidanan, seorang bidan harus mempunyai rasa empati, keterbukaan, menumbuhkan rasa saling percaya (trust), bidan harus mengetahui pikiran dan perasaan serta proses yang dialami ibu dan keluarganya.

Secara Internasional pengertian bidan dan praktiknya telah diakui oleh International Confederation of Midwives (ICM) tahun 1972 dan International Federation of International Gynecologist and Obstetrian (FIGO) tahun 1973, WHO dan badan–badan lainnya. Pada tahun 1990 pada petemuan Dewan di Kobe, ICM menyempurnakan definisi tersebut yang kemudian disahkan oleh FIGO (1991) dan WHO (1992), sebagai berikut “A midwife is a person who, having been regulary admitted to a midwifery educational program fully recognized in the country in which it is located, has succesfully completed the prescribed course of studies in midwifery and has acquired the requiste qualification to be registered and or legally licensed to practice midwifery” (Bidan adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan bidan yang diakui oleh negara serta memperoleh kualifikasi dan diberi ijin untuk melaksanakan praktik kebidanan di negara itu).

Menurut WHO Bidan merupakan seorang yang telah diakui secara reguler pada program pendidikan kebidanan sebagaimana yang diakui yuridis, dimana dia ditempatkan & telah menuntaskan pendidikan kebidanan dan telah mendapatkan kualifikasi serta terdaftar disahkan & menerima ijin melaksanakan praktik kebidanan.

Definisi Bidan Pasal 1 buah 1 Kepres no.23 tahun 1994 tentang pengangkatan bidan menjadi pegawai tidak tetap berbunyi: bidan adalah seseorang yg telah mengikuti acara pendidikan bidan dan lulus ujian sesuai menggunakan persyaratan berlaku.

Definisi Bidan Pasal 1 butir 1 Kepmenkes No.822/Menkes/SK/IX/1993 tentang penyelenggaraan acara pendidikan Bidan, berbunyi : Bidan adalah seorang yang sudah mengikuti dan lulus acara pendidikan Bidan sinkron dengan persyaratan yang berlaku.

Definisi Bidan dalam Lampiran Kepmenkes No 871/Menkes/SK/VIII/1994 tentang petunjuk teknis pelaksanaan pengangkatan bidan sebagai pegawai nir tetap. Bidan adalah seseorang yang telah mengikuti program pendidikan bidan & lulus ujian sinkron dengan persyaratan yg berlaku.

Definisi Bidan Pasal 1 buah 1 Permenkes No. 572/Menkes/Per/VI/1996 berbunyi Bidan adalah seseorang perempuan yang telah megikuti dan merampungkan pendidikan bidan yg sudah diakui pemerintah & lulus ujian sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

Definisi Bidan pada Permenkes Nomor 1464/Menkes/Per/IX/2010,pasal 1 ayat 1. Bidan merupakan seorang wanita yg lulus menurut pendidikan bidan yang sudah teregistrasi sinkron ketentuan peraturan perundang-undangan.

Definisi Kebidanan. Kebidanan (Midwifery) adalah ilmu yang terbentuk menurut sintesa aneka macam disiplin Ilmu (multi disiplin) yg terkait menggunakan pelayanan kebidanan meliputi ilmu kedokteran, ilmu keperawatan, ilmu sosial, ilmu konduite, ilmu budaya, ilmu kesehatan masyarakat, dan ilmu manajemen buat bisa menaruh pelayanan kepada ibu menurut masa pra konsepsi, masa hamil, mak bersalin / post partum, bayi baru lahir. Pelayanan tersebut meliputi pendeteksian keadaan abnormal dalam ibu dan anak, melaksanakan konseling dan pendidikan kesehatan terhadap individu, keluarga & rakyat.

Filosofi Bidan

Filosofi Kebidanan dapat diartikan menjadi keyakinan/cara pandang & nilai yang dianut sang seorang bidan pada memberikan pelayanan kebidanan.

Filosofi kebidanan Menurut Guilland and Pairman filosofi mencakup 4 aspek yaitu, hamil, bersalin dan masa nifas merupakan insiden alamiah (natural) & fisiologis (normal). Peran bidan merupakan kehamilan normal, persalinan normal dan masa nifas normal, women centered,dan continuity of care.

Filosofi kebidanan berdasarkan Kepmenkes 369/Menkes/SK.III/2007. Dalam menjalankan kiprahnya bidan memiliki keyakinan yang dijadikan panduan pada memberikan asuhan. Keyakinan tadi mencakup :

  1. Keyakinan tentang kehamilan dan persalinan merupakan suatu proses alamiah dan bukan penyakit.
  2. Keyakinan tentang setiap perempuan adalah pribadi yang unik mempunyai hak, kebutuhan, keinginan masing-masing.
  3. Keyakinan fungsi profesi dan manfaatnya. Fungsi utama profesi bidan adalah mengupayakan kesejahteraan ibu dan bayinya.
  4. Keyakinan tentang pemberdayaan perempuan dan membuat keputusan.
  5. Keyakinan tentang tujuan utama asuhan kebidanan untuk menyelamatkan ibu dan bayi (mengurangi kesakitan dan kematian).
  6. Keyakinan tentang kolaborasi dan kemitraan praktik kebidanan dilakukan dengan menempatkan perempuan sebagai partner dengan pemahaman holistik
  7. Bidan berkeyakinan bahwa setiap individu berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan dan perbedaan kebudayaan.
  8. Setiap individu berhak untuk dilahirkan secara sehat, untuk itu maka setiap wanita usia subur, ibu hamil, melahirkan dan bayinya berhak mendapat pelayanan yang berkualitas.
  9. Pengalaman melahirkan anak merupakan tugas perkembangan keluarga, yang membutuhkan persiapan sampai anak menginjak masa masa remaja.

Referensi

Konsep Kebidanan & Etikolegal Dalam Praktik Kebidanan

Pelajari Demokrasi Terpimpin serta awal diterapkannya

Pengertian Demokrasi Terpimpin serta awal diterapkannya . Pada masa demokrasi terpimpin Ir. Soekarno menjadi kekuatan politik yang hampir tidak tergoyahkan. Bahkan beliau mencalonkan diri sebagai presiden seumur hidup. Namun hal itu ditentang oleh Hatta karena menurutnya apabila menganut system tersebut maka Indonesia kembali ke Negara Federal yang berpusat pada raja. Kata Demokrasi Terpimpin, kemungkinan semua orang sudah pasti pernah mendengarnya, namun jarang sekali diantara yang mendengarkan tau apa sebetulnya pengertian dari Demokrasi Terpimpin.

Definisi Demokrasi Terpimpin

Merujuk pada pidato yang sang Ir. Soekarno, Pengertian demokrasi terpimpin, yaitu:

  • Demokrasi Terpimpin ialah demokrasi atau menurut istilah undang-undang dasar 1945 “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawatan perwakilan”
  • Demokrasi Terpimpin bukanlah dictator, berlainan dengan Demokrasi Sentralisme dan berbeda pula dengan Demokrasi Liberal yang kita praktekkan selama ini.
  • Demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang cocok dengan kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia.
  • Demokrasi Terpimpin adalah demokrasi disegala soal kenegaraan dan kemasyarakataan yang meliputi bidang-bidang politik, ekonomi dan social.
  • Inti dari pada pimpinan dalam Demokrasi Terpimpin adalah permusyawaratan, tetapi suatu permusyawatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, bukan oleh perdebatan dan penyiasatan yang diakhiri dengan pengaduan kekuatan dan perhitungan suara pro dan kontra. Hasil permusyawatan perwakilan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan itu kemudian diserahkan kepada seorang Presiden yang dipilih oleh permusyawaratan itu pula guna dilaksanakan. Dalam melaksanakan hasil permusyawaratan tersebut, Presiden menunujuk tenaga-tenaga yang baik dan cakap sebagai pembantu-pembantunya (menteri-menteri), tetapi Presiden secara individual (tidak secara kolektif bersama-sama pembantunya) bertanggung jawab kepada Majelis Permusyawaratan Perwakilan Rakyat. Selanjutnya, dalam menjalankan aktivitas sehari-hari Haluan Negara (menurut garis-garis besar yang ditetapkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Presiden harus bekerja bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat, yang dilakukan pula dengan permusyawaratan yang dipimpin oleh hikmat kebijksanaan, tidak dengan mengutamakan perdebatan dan penyiasatan yang dapat mengakibatkan pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat atau penyerahan kembali mandat seluruh kebinet, hal-hal mana yang tidak dimungkinkan menurut Undang-Undang Dasar 1945.
  • Oposisi dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan membangun diharuskan dalam alam Demokrasi Terpimpin, yang penting ialah cara bermusyawarah dalam permusyawaratan perwakilan juga harus dipimpin dengan hikmat kebijaksanaan.
  • Demokrasi Terpimpin adalah alat, bukan tujuan.
  • Tujuan melaksanakan Demokrasi Terpimpin ialah mencapai suatu masyarakat yang adil dan makmur, yang penuh dengan kebahagiaan materil dan spritual sesuai dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.
  • Sebagai alat, maka Demokrasi Terpimpin mengenal juga kebebasan berpikir dan berbicara, tetapi dalam batas-batas tertentu, yakni batas keselamatan Negara, batas kepentingan rakyat banyak, batas kepribadian bangsa, batas kesusilaan dan batas pertanggung jawaban kepada tuhan.
  • Masyarakat adil dan makmur yang terikat pada batas-batas tuntutan keadilan dan kemakmuran, yang mengenal ekonomi terpimpin dalam melaksanakan pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 dalam rangka ekonomi terpimpin masih tersedia sektor-sektor perekonomian bagi pengusaha partikelir.
  • Untuk menyelenggarakan masyarakat adil dan makmur, maka diperlukan suatu pola yang disiapkan oleh Dewan Perancang Nasional yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 80 Tahun 1958, dan untuk menyelenggarakan pola tersebut harus digunakan Demokrasi Terpimpin, sehingga dengan demikian Demokrasi Terpimpin pada hakikatnya adalah demokrasi penyelenggara atau demokrasi karya.
  • Konsekwensi dari pada pelaksanaan Demokrasi Terpimpin adalah: (1) Penertiban dan pengaturan menurut wajarnya kehidupan kepartaian sebagai alat perjuangan dan pelaksana cita-cita bangsa Indonesia dalam suatu undang-undang kepartaian, yang ditujukan terutama kepada keselamatan Negara dan rakyat Indonesia sebagaimana diputuskan oleh musyawarah nasional pada bulan September tahun 1957, dengan demikian dapat dicegah pula adanya sistem multi partai yang pada hakikatnya mempunyai pengaruh tidak baik terhadap stabilitas politik di negara kita. (2) Menyalurkan golongan-golongan fungsional yaitu kekuatan-kekuatan potensi nasional dalam masyarakat yang tumbuh dan bergerak secara dinamis, secara efektif dalam perwakilan guna kelancaran roda pemerintahan dan stabilitas politik. (3) Keharusan adanya sistem yang lebih menjamin kontinuitas dari pemerintah yang sanggup bekerja melaksanakan programnya, yang sebagian besar dimuat dalam pola pembanguan semesta.

Awal Diterapkan Demokrasi Terpimpin

Dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 menjadi langkah awal mulai diterapkannya demokrasi terpimpin menggunakan sistem presidensill. Dalam pandangan Soekarno, terdapat beberapa ketetapan yang dia jadikan sebagai pegangan dalam menjalankan demokrasi terpimpin yaitu:

  1. Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959, yang mana Dekrit tersebut berisikan agar diberlakukannya kembali UUD 1945 dan dicabutnya UUDS 1950. Dan tanggal tersebut dianggap sebagai awal diberlakukannya Demokrasi Terpimpin dengan Sistem Presidensill.
  2. TAP MPRS No. III/MPRS/1963 tentang pengangkatan Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia dengan masa jabatan seumur hidup.
  3. TAP MPRS No. VIII/MPRS/1965 tentang Prinsip-Prinsip Musyawarah untuk mufakat dalam Demokrasi Terpimpin sebagai pedoman bagi Lembaga - Lembaga Permusyawaratan / Perwakilan.

Hal ini jua dapat dipandang sebagai suatu usaha buat mencari jalan keluar berdasarkan stagnasi politik melalui pembentukan kepemimpinan yang bertenaga. Diterapkannya demokrasi terpimpin, membuka ruang bagi Soekarno buat mewujudkan asa luhurnya terhadap kemajuan bangsa Indonesia. Adapun cita-cita yang ingin dicapainya yaitu:

  1. Pembentukan satu Negara Republik Indonesia yang berbentuk Negara kesatuan dan Negara kebangsaan yang demokratis, dengan wilayah kekuasaan dari Sabang sampai Merauke.
  2. Pembentukan satu masyarakat yang adil dan makmur materil dan spritual dalam wadah Negara Kesatuan RepubliK Indonesia.
  3. Pembentukan satu persahabatan yang baik antara Republik Indonesia dengan semua negara di dunia, terutama sekali dengan Negara-Negara Asia Afrika, atas dasar hormat-menghormati satu sama lain, dan atas dasar bekerja bersama membentuk satu dunia baru yang bersih dari imprealisme dan kolonialisme, menuju kepada perdamaian dunia yang sempurna.

Referensi

Bung Karno Dan Tata Dunia Baru, Mengenang 100 Tahun Bung Karno, Jakarta : Grasindo, 2001

Bung Karno ,Wacana Konstitusi Dan Demokrasi, Jakarta : Grasindo, 2001

Bung Karno Dan Partai Politik, Kenangan 100 Tahun Bung Karno, Jakarta : Grafindo, 2001

Thursday, June 25, 2020

Pelajari Standar Serta Syarat Dan Tahap Perumusannya

Pengertian Standar Serta Syarat Dan Tahap Perumusannya . Berikut adalah penjelasan seputar pengertian standar, Syarat standar Serta Tahap Perumusan Standar Dan Prinsip dasar perumusan standar.

Definisi Standar

Menurut Clinical Practice Guideline. Standar adalah keadaan ideal atau tingkat pencapaian tertinggi dan sempurna yang dipergunakan sebagai batas penerimaan minimal .

Menurut Rowland, baku adalah spesifikasi dari fungsi atau tujuan yang wajib dipenuhi sang suatu wahana pelayanan supaya pemakai jasa bisa memperoleh laba yg aporisma menurut pelayanan yg diselenggarakan.

Menurut Peraturan Pemerintah RI Nomor 102 tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional, Standar adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yg dibakukan termasuk tata cara dan metode yang disusun dari mufakat semua pihak yang terkait dengan memperhatikan kondisi-syarat keselamatan, keamanan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengalaman, perkembangan masa kini & masa yang akan datang buat memperoleh manfaat yg sebesar-besarnya.

Standar dari bahasa merupakan berukuran eksklusif yang digunakan menjadi patokan. Secara etimologi istilah baku bisa dipahami menjadi patokan atau menjadi standar baku. Standar pula bias dikatakan menjadi sesuatu yg digunakan menjadi ukuran, kebiasaan, atau contoh pada evaluasi komparatif (Oxford Dictionary). Standar bisa dijadikan acuan, buat melakukan proses kerja supaya mencapai hasil yg telah ditetapkan sebelumnya dan melakukan evaluasi.

Syarat Standar

  • Bersifat jelas, artinya dapat diukur dengan baik, termasuk mengukur berbagai penyimpangan yang mungkin terjadi;
  • Masuk akal, suatu standar yang tidak masuk akal, misalnya ditetapkan terlalu tinggi sehingga mustahil dapat dicapai, bukan saja sulit dimanfaatkan tetapi juga akan menimbulkan frustasi para pelaksana;
  • Mudah dimengerti, suatu standar yang tidak mudah dimengerti, atau rumusan yang tidak jelas akan menyulitkan tenaga pelaksana sehingga standar tersebut tidakakan dapat digunakan;
  • Dapat dicapai, merumuskan standar harus sesuai dengan kemampuan, siatuasi serta kondisi organisasi;
  • Absah, ada hubungan yang kuat dan dapat didemonstrasikan;
  • Meyakinkan, persyaratan yang ditetapkan tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi;
  • Mantap, spesifik dan eksplisit, tidak terpengaruh oleh perubahan waktu untuk jangka waktu tertentu, bersifat khas dan gambling.

Tahap Perumusan Standar

  1. Identifikasi perlunya suatu standar tertentu oleh para pemangku kepentingan;
  2. Penyusunan program kolektif berdasarkan analisis kebutuhan dan penetapan prioritas oleh semua pihak berkepentingan disusul adopsi dalam program kerja badan/lembaga standardisasi nasional;
  3. Penyiapan rancangan standar oleh semua pihak yang berkepentingan yang diwakili oleh pakar (termasuk produsen, pemasok, pemakai, konsumen, administrator, laboratorium, peneliti dan sebagainya) yang dikoordinasikan oleh panitia teknis;
  4. Konsensus mengenai rancangan standar;
  5. Validasi melalui public enquiry nasional mencakup semua unsur ekonomi dan pelaku usaha untuk memastikan keberterimaan secara luas;
  6. Penetapan dan penerbitan standar, dan;
  7. Peninjauan kembali (revisi), amandemen atau abolisi. Suatu standar dapat direvisi setelah kurun waktu tertentu (umumnya 5 tahun sekali) agar selalu sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan baru.

Prinsip dasar perumusan standar Prinsip yg wajib dipenuhi pada proses perumusan maupun pengembangan pada membentuk dokumen standar merupakan (BSN, 2009):

  1. Transparan (Transparent)
  2. Keterbukaan (Openness)
  3. Konsensus dan tidak memihak (Consensus and impartiality)
  4. Efektif dan relevan (Effective and relevant)
  5. Koheren (Coherent)
  6. Dimensi pengembangan (Development dimension)

Referensi

Peraturan pemerintah republik indonesia nomor 102 tahun 2000 tentang standardisasi nasional

Pelajari Kompetensi Serta Karakteristiknya

Pengertian Kompetensi Serta Karakteristiknya . Mungkin anda pernah mendengar kata kompetensi namun tahukah anda apa yang dimaksud dengan kompetensi. Berikut adalah penjelasan singkat seputar pengertian kompetensi serta tipe karakteristik kompetensi.

Definisi Kompetensi

Menurut estimologi kompetensi diartikan sebagai kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan atau melaksanakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja. Sehingga dapatlah dirumuskan bahwa kompetensi sebagai kemampuan seseorang yang dapat terobservasi mencakup atas pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan standar performa yang ditetapkan

Definisi kompetensi dari Depdikbud (1994) merupakan ciri yang dimiliki sang individu & dipakai secara sempurna menggunakan cara yang konsisten buat mencapai kinerja yang diinginkan.

Kompetensi dimaknai pula menjadi pengetahuan, keterampilan, & nilai-nilai dasar yang direfleksikan pada norma berfikir, dan bertindak. Kompetensi bisa juga dimaksudkan menjadi kemampuan melaksanakan tugas yg diperoleh melalui pendidikan dan / atau latihan (Herry, 1998),

Menurut Finch dan Crunkilton, kompetensi adalah dominasi terhadap suatu tugas, keterampilan, sikap, & apresiasi yg diperlukan untuk menunjang keberhasilan. Hal itu memperlihatkan bahwa kompetensi meliputi tugas, keterampilan perilaku & apresiasi yg harus dimiliki peserta didik buat dapat melaksanakan tugas - tugas pembelajaran sinkron dengan jenis pekerjaan eksklusif.

Menurut UU No. 13/2003 mengenai Ketenagakerjaan: pasal 1 (10), ?Kompetensi adalah kemampuan kerja setiap individu yg mencakup aspek pengetahuan, keterampilan & sikap kerja yg sinkron menggunakan standar yang ditetapkan?.

Kompetensi adalah pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai dasar yg direfleksikan dalam norma berfikir & bertindak secara konsisten dan terus menerus yg memungkinkan seorang menjadi kompeten, pada arti memiliki pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai & sikap dasar buat melakukan sesuatu. Kebiasaan berpikir dan bertindak itu didasari sang budi pekerti luhur baik dalam kehidupan eksklusif, sosial, kemasyarakatan, keberagamaan, & kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kompetensi dibagi atas 2 kategori, yaitu

  • Kompetensi Inti atau Dasar; yaitu kompetensi minimal yang mutlak dimiliki oleh pelaku profesi, dan
  • Kompetensi Tambahan atau Lanjutan; yaitu pengembangan dari pengetahuan dan keterampilan dasar untuk mendukung tugas suatu profesi dalam memenuhi tuntutan / kebutuhan masyarakat yang sangat dinamis serta perkembangan IPTEK.

Tipe karakteristik kompetensi

  1. Motif-motif (motives), sesuatu yang secara konsisten dipikirkan dan diinginkan, yang menyebabkan tindakan seseorang;
  2. ciri-ciri (traits), karakteristik fisik dan respon-respon yang konsisten terhadap situasi atau informasi;
  3. Konsep diri (self-concept), sikap-sikap, nilai-nilai atau gambaran tentang diri sendiri seseorang;
  4. Pengetahuan (knowledge), informasi yang dimiliki seseorang dalam area spesifik tertentu;
  5. Keterampilan (skill), kecakapan seseorang untuk menampilkan tugas fisik atau tugas mental tertentu.

Pelajari Kolonialisme dan Tujuannya

Pengertian Kolonialisme dan Tujuannya . Sejarah perkembangan kolonialisme bermula ketika Vasco da Gama dari Portugis berlayar ke india pada tahun 1498. Di awali dengan pencarian jalan ke Timur untuk mencari sumber rempah-rempah perlombaan mencari tanah jajahan dimulai. Kuasa Barat Portugis dan Spanyol kemudian diikuti Inggris dan Belanda berlomba-lomba mencari daerah penghasil rempah-rempah dan berusaha mengusainya. Penguasaan wilayah yang awalnya untuk kepentingan ekonomi akhirnya beralih menjadi penguasaan atau penjajahan politik yaitu campur tangan untuk menyelesaikan pertikaian, perang saudara, dan sebagainya. Ini karena kuasa kolonial tersebut ingin menjaga kepentingan perdagangan mereka daripada pergolakan politik lokal yang bisa mengganggu kelancaran perdagangan mereka.

Pengertian Kolonialisme dan Tujuannya

Definisi Kolonialisme

Koloni merupakan negeri, tanah jajahan yang dikuasai oleh sebuah kekuasaan asing. Koloni adalah satu kawasan diluar wilayah negara asal atau induk.

berdasarkan wikipedia Kolonialisme merupakan pengembangan kekuasaan sebuah negara atas daerah & manusia pada luar batas negaranya, acapkali buat mencari dominasi ekonomi dari asal daya, tenaga kerja, & pasar wilayah tadi. Istilah ini pula menunjuk pada suatu himpunan keyakinan yg dipakai buat melegitimasikan atau mempromosikan sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yg dikolonikan.

Collins English Dictionary mendefinisikan kolonialisme menjadi "kebijakan dan praktik kekuatan pada memperluas kontrol atas rakyat lemah atau daerah.

Istilah kolonialisme bermaksud memaksakan satu bentuk pemerintahan atas sebuah wilayah atau negeri lain (tanah jajahan) atau satu bisnis buat menerima sebuah daerah baik melalui paksaan atau menggunakan cara tenang. Usaha buat menerima wilayah umumnya melalui penaklukan. Penaklukan atas sebuah wilayah sanggup dilakukan secara tenang atau paksaan baik secara pribadi juga nir langsung. Pada mulanya mereka membeli barang dagangan berdasarkan penguasa lokal, untuk memastikan pasokan barang bisa berjalan lancar mereka kemudian mulai campur tangan pada urusan pemerintahan penguasa setempat dan umumnya mereka akan berusaha berakibat daerah tadi menjadi tanah jajahan mereka. Negara yg menjajah menggariskan pedoman eksklusif atas wilayah jajahannya, meliputi aspek kehidupan sosial, pemerintahan, undang-undang & sebagainya.

Kolonialisme pada umumnya dilakukan oleh negara-negara yg mempunyai kekuatan militer yang kuat. Misalnya Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris. Negara-negara tadi berhasil menguasai negara-negara lainnya termasuk Indonesia.

Tujuan Kolonialisme

Tujuan utama kolonialisme adalah kepentingan ekonomi. Kebanyakan koloni yang yang dijajah adalah wilayah yang kaya akan bahan mentah, keperluan untuk mendapatkan bahan mentah adalah dampak dari terjadinya Revolusi Industri di Inggris.

.

Wednesday, June 24, 2020

Pelajari Likuifaksi serta Faktor yang Mempengaruhinya

Pengertian Likuifaksi serta Faktor yang Mempengaruhinya . Fenomena Tanah Bergerak atau biasa disebut likuifaksi yang diakibatkan oleh gempa bumi. Yang mana peristiwa likuifaksi dapat menimbulkan amblesan, keruntuhan,  tilting pada bangunan,  retakan  tanah,  kelongsoran  dan  lain-lain. Berikut adalah penjelasan seputar pengertian Likuifaksi serta faktor yang mempengaruhi terjadinya likuifaksi.

Pengertian Likuifaksi serta Faktor yang Mempengaruhinya

Definisi Likuifaksi

Dikutip dari wikipedia. Pengertian Pencairan tanah atau likuifaksi tanah (soil liquefaction) merupakan fenomena yg terjadi ketika tanah yang jenuh atau agak jenuh kehilangan kekuatan dan kekakuan dampak adanya tegangan, contohnya getaran gempa bumi atau perubahan ketegangan lain secara mendadak, sebagai akibatnya tanah yg padat berubah wujud menjadi cairan atau air berat.

Menurut Seed et al (1975), Likuifaksi adalah proses perubahan syarat tanah pasir yg jenuh air sebagai cair akibat meningkatnya tekanan air pori yg harganya menjadi sama menggunakan tekanan total sang sebab terjadinya beban dinamik, sehingga tegangan efektif tanah sebagai nol. Likuifaksi merupakan fenomena dimana tanah kehilangan poly kekuatan (strength) & kekakuannya (stiffness) buat waktu yg singkat namun meskipun demikian likuifaksi menjadi penyebab menurut banyaknya kerusakan, kematian, & kerugian ekonomi yg besar .

Likuifaksi hanya terjadi dalam tanah jenuh, sebagai akibatnya kedalaman muka air tanah akan mensugesti kerentanan terhadap likuifaksi. Kerentanan terhadap likuifaksi akan menurun dengan bertambah dalamnya muka airtanah, dan pengaruh likuifaksi secara langsung dapat diamati di lapangan dimana muka airtanah berada beberapa meter dari permukaan tanah. Di wilayah dimana level muka air tanah berfluktuasi (berubah) secara kentara, bahaya likuifaksi pula akan berubah. Fenomena likuifaksi terjadi seiring terjadinya gempabumi. Secara visual peristiwa likuifaksi ini ditandai keluarnya lumpur pasir pada permukaan tanah berupa semburan pasir (sand boil), rembesan air melalui rekahan tanah, atau sanggup jua dalam bentuk tenggelamnya struktur bangunan di atas bagian atas, penurunan muka tanah & perpindahan lateral. Pada waktu gempa terjadi, gelombang gempa merambat ke segala arah, keliru satunya adalah perambatan gelombang geser yang dari dari pusat divestasi energi (Kramer, 1996).

Faktor yg Mempengaruhi Terjadinya Likuifaksi

  1. Karakteristik Getaran
  2. Jenis Tanah
  3. Muka air tanah
  4. Distribusi diameter butir
  5. Kepadatan awal (Initial Relative Density)
  6. Drainase dan Dimensi Deposit
  7. Kemampuan Drainase

Pelajari Antropologi Serta Ruang Lingkup Dan Cabangnya

Pengertian Antropologi Serta Ruang Lingkup Dan Cabangnya . Antropologi mulai dikenal banyak orang sebagai sebuah ilmu setelah diselenggarakannya simposium International Symposium on Anthropologi pada tahun 1951, yang dihadiri oleh lebih dari 60 tokoh antropologi dari negara-negara di kawasan Amerika dan Uni Soviet.

Definisi Antropologi

Menurut Koentjaraningrat dalam bukunya yang berjudul “Pengantar Antropologi I” (1996) menjelaskan secara akademis bahwa, antropologi adalah merupakan sebuah ilmu tentang manusia pada umumnya dengan titik fokus kajian pada bentuk fisik, masyarakat dan kebudayaan manusia. Sedangkan secara praktis, antropologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari manusia dalam beragam masyarakat suku bangsa guna membangun masyarakat suku bangsa tersebut.

Secara etimologi, antropologi berasal dari istilah anthropos berarti manusia dan logos berarti ilmu. Dalam antropologi, manusia ditinjau menjadi sesuatu yg kompleks dari segi fisik, emosi, sosial, & kebudayaannya. Antropologi seringkali juga diklaim menjadi ilmu mengenai insan & kebudayaannya.

Menurut Harsojo, pada bukunya yang berjudul ?Pengantar Antropologi? (1984). Antropologi merupakan ilmu pengetahuan yg memeriksa umat insan sebagai makhluk warga . Menurutnya, perhatian antropologi tertuju dalam sifat spesifik badani & cara produksi, tradisi serta nilai-nilai yg akan membedakan cara pergaulan hayati yg satu menggunakan pergaulan hayati yg lainnya.

Conrad Philip Kottak pada bukunya berjudul ?Anthropology, the Exploration of Human Diversity? (1991) antropologi merupakan merupakan studi terhadap seluruh masyarakat, menurut warga yg primitif (ancient) sampai masyarakat modern, dari masyarakat sederhana sampai warga yang kompleks. Bahkan antropologi adalah studi lintas budaya (komparatif) yang membandingkan kebudayaan satu warga dengan kebudayaan warga lainnya.

Secara umum antropologi merupakan adalah ilmu yg menyelidiki insan menurut segi keragaman fisiknya, masyarakatnya, & kebudayaannya, tetapi demikian, pada beberapa tempat, negara, & universitas, antropologi menjadi ilmu memiliki penekanan-penekanan tertentu sesuai menggunakan ciri antropologi itu sendiri & perkembangan rakyat pada loka, negara, & universitas tadi.

Ruang Lingkup Antropologi

  1. Masalah sejarah asal dan perkembangan manusia dilihat dari ciri-ciri tubuhnya secara evolusi yang dipandang dari segi biologi;
  2. Masalah sejarah terjadinya berbagai ragam manusia dari segi ciri-ciri fisiknya.
  3. Masalah perkembangan, penyebaran, dan terjadinya beragam kebudayaan di dunia;
  4. Masalah sejarah asal, perkembangan, serta penyebaran berbagai macam bahasa di seluruh dunia.
  5. Masalah mengenai asas-asas kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat-masyarakat suku bangsa di dunia.

Cabang Antropologi

Pengertian Antropologi Serta Ruang Lingkup Dan Cabangnya

Berdasarkan bagan di atas terlihat bahwa cabang menurut Antropologi adalah Antropologi Budaya dan Antropologi Fisik. Antropologi Fisik terbagi lagi ke pada Paleoantropologi dan Antropologi Fisik. Sedangkan Antropologi Budaya terbagi lagi ke dalam tiga cabang ilmu lainnya yaitu Prasejarah, Etnolinguistik, & Etnologi. Berdasarkan penggolongan tadi, Koentjaraningrat memerinci lagi ke pada beberapa cabang ilmu. Etnologi memiliki 2 cabang ilmu yaitu Antropologi Diakronik atau Etnologi (Etnhonology) & Antropologi Sinkronik atau Antropologi Sosial (Social Anthropologi).

Referensi

Ruang Lingkup Ilmu Antropologi (Drs. Wawan Ruswanto, M.Si)

Pelajari Ontologi

Pengertian Ontologi . Istilah ontologi muncul sekitar pertengahan abad ke-17. Pada waktu itu ungkapan filsafat mengenai yang ada (philosophia entis) digunakan untuk hal yang sama. Menurut akar kata Yunani, ontologi berarti ‘teori mengenai ada yang berada’ Oleh sebab itu, orang bisa menggunakan ontologi dengan filsafat pertama Aristoteles, yang kemudian disebut sebagai metafisika. Namun pada kenyataannya, ontologi hanya merupakan bagian pertama metafisika, yakni teori mengenai yang ada, yang berada secara terbatas sebagaimana adanya dan apa yang secara hakiki dan secara langsung termasuk ada tersebut.

Pengertian Ontologi

Definisi Ontologi

Dikutip dari wikipedai Ontologi adalah merupakan salah satu kajian filsafat yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi tersebut membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret. Tokoh Yunani yang memiliki pandangan yang bersifat ontologis dikenal seperti Thales, Plato, dan Aristoteles . Pada masanya, kebanyakan orang belum membedaan antara penampakan dengan kenyataan. Thales terkenal sebagai filsuf yang pernah sampai pada kesimpulan bahwa air merupakan substansi terdalam yang merupakan asal mula segala sesuatu. Namun yang lebih penting ialah pendiriannya bahwa mungkin sekali segala sesuatu itu berasal dari satu substansi belaka (sehingga sesuatu itu tidak bisa dianggap ada berdiri sendiri).

Menurut istilah Ontologi adalah ilmu yang membahas tentang hakikat yg ada, yg adalah ultimate reality baik yang berbentuk jasmani/konkret juga rohani/abstrak

Ontologi merupakan teori menurut cabang filsafat yg membahas tentang empiris. Realitas merupakan kenyataan yang selanjutnya menjurus dalam suatu kebenaran. Bedanya realitas dalam ontologi ini melahirkan pertanyaan-pertanyaan : apakah sesungguhnya hakikat berdasarkan empiris yg terdapat ini; apakah empiris yg terdapat ini sesuatu realita materi saja; adakah sesuatu di pulang realita itu; apakah realita ini monoisme, dualisme, atau pluralisme.

Menurut Ensiklopedi Britannica Yang pula diangkat menurut Konsepsi Aristoteles. Ontologi Yaitu teori atau studi mengenai being / wujud seperti ciri dasar berdasarkan semua empiris. Ontologi sinonim menggunakan metafisika yaitu, studi filosofis buat memilih sifat konkret yang orisinil (real nature) menurut suatu benda untuk menentukan arti, struktur & prinsip benda tersebut. (Filosofi ini didefinisikan oleh Aristoteles abad ke-4 SM).

Tuesday, June 23, 2020

Pelajari Santri Serta Metode Membentuk Perilakunya

Pengertian Santri Serta Metode Membentuk Perilakunya . Apa yang dimaksud dengan Santri..??? walaupun santri merupakan seorang yang belajar ilmu agama, dan memiliki tugas santri untuk tinggal menjalankan dan mentaati peraturan yang sudah terbuat dari pondok dan tidak melanggar aturan yang sudah ditentukan. Berikut adalah pengertian Santri, Kelompok santri serta Metode Membentuk Perilaku Santri.

Pengertian Santri Serta Metode Membentuk Perilakunya

Definisi Santri

Dikutip dari Wikipedia. Santri secara umum adalah sebutan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam di pesantren, biasanya menetap di tempat tersebut hingga pendidikannya selesai. Menurut bahasa, istilah santri berasal dari bahasa Sanskerta, "shastri" yang memiliki akar kata yang sama dengan kata sastra yang berarti kitab suci, agama dan pengetahuan. Ada pula yang mengatakan berasal dari kata cantrik yang berarti para pembantu begawan atau resi. Seorang cantrik diberi upah berupa ilmu pengetahuan oleh begawan atau resi tersebut. Tidak jauh beda dengan seorang santri yang mengabdi di pesantren, sebagai konsekuensinya ketua pondok pesantren memberikan tunjangan kepada santri tersebut.

Nurcholish Madjid pula memiliki pendapat berbeda. Dalam pandangannya asal usul kata ?Santri? Bisa dipandang berdasarkan dua pendapat.

  1. Pendapat yang mengatakan bahwa “Santri” berasal dari kata “sastri”, sebuah kata dari bahasa Sansekerta yang artinya melek huruf. Pendapat ini menurut Nurcholish Madjid didasarkan atas kaum santri kelas literary bagi orang Jawa yang berusaha mendalami agama melalui kitab-kitab bertulisan dan berbahasa Arab.
  2. Pendapat yang mengatakan bahwa perkataan santri sesungguhnya berasal dari bahasa Jawa, dari kata “cantrik” berarti seseorang yang selalu mengikuti seorang guru kemana guru ini pergi menetap.

Kelompok Santri

Santri adalah para siswa yang mendalami ilmu-ilmu agama di pesantren baik dia tinggal di pondok maupun pulang setelah selesai waktu belajar. Zamakhsyari Dhofir membagi menjadi dua kelompok sesuai dengan tradisi pesantren yang diamatinya, yaitu:

  1. Santri mukim, yakni para santri yang menetap di pondok, biasanya diberikan tanggung jawab mengurusi kepentingan pondok pesantren. Bertambah lama tinggal di Pondok, statusnya akan bertambah, yang biasanya diberi tugas oleh kyai untuk mengajarkan kitab-kitab dasar kepada santri-santri yang lebih junior.
  2. Santri kalong, yakni santri yang selalu pulang setelah selesai belajar atau kalau malam ia berada di pondok dan kalau siang pulang kerumah.

Metode Membentuk Perilaku Santri

  1. Metode Keteladanan (Uswah Hasanah)
  2. Latihan dan Pembiasaan
  3. Mengambil Pelajaran (ibrah)
  4. Nasehat (mauidah)
  5. Kedisiplinan
  6. Pujian dan Hukuman (targhib watahzib)

Pelajari rectifier (penyearah gelombang) dan Jenisnya

Pengertian rectifier (penyearah gelombang) dan Jenisnya . Penyearah gelombang (rectifier) adalah bagian dari power supply/ catu daya yang berfungsi untuk mengubah sinyal tegangan AC (Alternating Current) menjadi tegangan DC (Direct Current). Untuk menyearahkan gelombang biasanya digunakan dioda.

Definisi Penyearah gelombang (rectifier)

Pengertian Rectifier merupakan indera yg digunakan buat mengubah asal arus bolak-balik (AC) sebagai sinyal asal arus searah (DC). Gelombang AC yang berbentuk gelombang sinus hanya dapat ditinjau dengan alat ukur CRO. Rangkaian rectifier poly menggunakan transformator step down yg digunakan buat menurunkan tegangan sesuai dengan perbandingan transformasi transformator yg digunakan. Di pada rectifier trdapat sebuah batere, yg berfungsi buat menyimpan tegangan DC. Untuk itu rectifier ini harus diadaptasi kapasitasnya dengan kapasitas batere yang terpasang.

Jenis Penyearah gelombang (rectifier)

1. Penyearah setengah gelombang merupakan rangkaian penyearah yang paling sederhana, yaitu yang terdiri dari satu dioda. hasil penyearah hanya pada bagian positif, yaitu setengah panjang gelombang dari tegangan bolak-balik sebagai sumbernya. Penyearah setengah gelombang menggunakan 1 buah diode sebagai komponen utama dalam menyearahkan gelombang AC. Pada saat arus bolak-balik mengalir positif pada setengah panjang gelombang pertama, sesuai arah panah dioda, diode akan mengalirkan arus. Pada saat arus bolak-balik mengalir negatif pada setengah panjang gelombang berikutnya, berlawanan dengan arah dioda, diode tidak melewatkan arus.

Prinsip kerja penyearah 1/2 gelombang adalah bahwa pada ketika frekuwensi input berupa siklus positip maka dioda menerima bias maju sehingga arus (i) mengalir ke beban (RL), dan sebaliknya bila frekuwensi input berupa siklus negatip maka dioda mendapat bias mundur sehingga nir mengalir arus. Bentuk gelombang tegangan input (vi) ditunjukkan dalam (b) & arus beban (i) dalam (c).

Pengertian rectifier (penyearah gelombang) dan Jenisnya

2. Penyearah Gelombang Penuh . Rangkaian penyearah gelombang penuh ini merupakan gabungan dua buah penyearah setengah gelombang yang hidupnya bergantian setiap setengah siklus, sehingga arus maupun tegangan rata-ratanya adalah dua kali dari penyearah setengah gelombang.

Pengertian rectifier (penyearah gelombang) dan Jenisnya

Sumber

https://id.Wikipedia.Org/wiki/Penyearah

Pelajari Pesantren Dan Jenisnya

Pengertian Pesantren Dan Jenisnya . Pondok pesantren muncul pertama kali di Indonesia pada abad ke-16 M, yakni terdapat di Ampel dalam asuhan Sunan Ampel. Ketika itu, beliau mengkader santri-santrinya untuk menyebarkan ajaran Islam ke seluruh pelosok tanah air, bahkan ada yang ditugaskan hingga ke negara-negara tetangga. Dari murid-murid Sunan Ampel inilah, kemudian menjamur pesantren-pesantren di seluruh penjuru tanah air.

Pengertian Pesantren Dan Jenisnya

Puncaknya merupakan dalam awal pertengahan abad ke-19 serta awal abad ke-20, yaitu pada masa Syekh Kholil Bangkalan. Dari tangan dingin beliaulah ada kiai-kiai besar Nusantara yg kemudian dapat menetaskan kiai-kiai besar lainnya. Puncaknya, pada waktu itu hampir di setiap kota kecamatan sampai di setiap desa berdiri satu pesantren atau bahkan lebih. Dalam perjalanannya, timbul pengklasifikasian pesantren pada Indonesia dari sistem atau jenis forum pendidikan yang diadakannya.

Definisi Pesantren

Kata pesantren berasal dari kata santri yang diberi awalan “pe” dan akhiran “an” yang dikarenakan pengucapan kata itu kemudian berubah menjadi terbaca “en” (pesantren), yaitu sebutan untuk bangunan fisik atau asrama di mana para santri bertempat. Tempat itu dalam bahasa Jawa dikatakan pondok atau pemondokan.

Pesantren, kerap diartikan menjadi asrama loka santri atau loka siswa-anak didik belajar mengaji & sebagainya (KBBI, 2005: 866). Dalam komunitas pesantren terdapat santri, terdapat kiai, ada tradisi pengajian serta tradisi lainnya, terdapat pula bangunan yang dijadikan para santri buat melaksanakan semua aktivitas selama 24 jam. Saat tidur pun para santri menghabiskan waktunya di asrama pesantren.

Secara Etimologi Istilah pesantren dari menurut istilah pe-santri-an, di mana kata "santri" berarti murid dalam Bahasa Jawa. Istilah pondok dari berdasarkan Bahasa Arab funduuq yang berarti penginapan. Khusus di Aceh, pesantren disebut juga dengan nama dayah. Biasanya pesantren dipimpin oleh seseorang Kyai. Untuk mengatur kehidupan pondok pesantren, kyai menunjuk seorang santri senior buat mengatur adik-saudara termuda kelasnya, mereka umumnya diklaim lurah pondok. Tujuan para santri dipisahkan menurut orang tua & famili mereka merupakan supaya mereka belajar hayati mandiri & sekaligus dapat meningkatkan hubungan dengan kyai dan juga Tuhan.

Menurut Pendapat lainnya, pesantren berasal menurut kata santri yang dapat diartikan loka santri. Kata santri berasal menurut kata Cantrik (bahasa Sansakerta, atau mungkin Jawa) yang berarti orang yang selalu mengikuti pengajar, yang lalu dikembangkan oleh Perguruan Taman Siswa dalam sistem asrama yang disebut Pawiyatan. Istilah santri pula pada terdapat dalam bahasa Tamil, yang berarti pengajar mengaji, sedang C. C Berg berpendapat bahwa istilah tadi dari berdasarkan istilah shastri, yang dalam bahasa India berarti orang yg memahami kitab -buku suci kepercayaan Hindu atau seseorang sarjana ahli kitab suci agama Hindu. Terkadang juga dipercaya menjadi gabungan istilah saint (manusia baik) dengan suku kata tra (suka menolong), sehingga kata pesantren dapat berarti tempat pendidikan manusia baik-baik.

Jenis Pesantren

  1. Pesantren salaf. Pesantren yang hanya mengajarkan ilmu agama Islam saja umumnya disebut pesantren salaf. Pola tradisional yang diterapkan dalam pesantren salaf adalah para santri bekerja untuk kyai mereka bisa dengan mencangkul sawah, mengurusi empang (kolam ikan), dan lain sebagainya dan sebagai balasannya mereka diajari ilmu agama oleh kyai mereka tersebut. Sebagian besar pesantren salaf menyediakan asrama sebagai tempat tinggal para santrinya dengan membebankan biaya yang rendah atau bahkan tanpa biaya sama sekali. Para santri, pada umumnya menghabiskan hingga 20 jam waktu sehari dengan penuh dengan kegiatan, dimulai dari salat shubuh di waktu pagi hingga mereka tidur kembali di waktu malam. Pada waktu siang, para santri pergi ke sekolah umum untuk belajar ilmu formal, pada waktu sore mereka menghadiri pengajian dengan kyai atau ustaz mereka untuk memperdalam pelajaran agama dan al-Qur'an.
  2. Pesantren modern. Ada pula pesantren yang mengajarkan pendidikan umum, di mana persentase ajarannya lebih banyak ilmu-ilmu pendidikan agama Islam daripada ilmu umum (matematika, fisika, dan lainnya). Ini sering disebut dengan istilah pondok pesantren modern, dan umumnya tetap menekankan nilai-nilai dari kesederhanaan, keikhlasan, kemandirian, dan pengendalian diri. Pada pesantren dengan materi ajar campuran antara pendidikan ilmu formal dan ilmu agama Islam, para santri belajar seperti di sekolah umum atau madrasah. Pesantren campuran untuk tingkat SMP kadang-kadang juga dikenal dengan nama Madrasah Tsanawiyah, sedangkan untuk tingkat SMA dengan nama Madrasah Aliyah. Namun, perbedaan pesantren dan madrasah terletak pada sistemnya. Pesantren memasukkan santrinya ke dalam asrama, sementara dalam madrasah tidak. Ada juga jenis pesantren semimodern yang masih mempertahankan kesalafannya dan memasukkan kurikulum modern di pesantren tersebut.

Referensi

https://id.Wikipedia.Org/wiki/Pesantren

Monday, June 22, 2020

Pelajari Partisipasi politik Serta Bentuk Dan Jenisnya

Pengertian Partisipasi politik Serta Bentuk Dan Jenisnya . Partisipasi politik adalah salah satu aspek penting suatu demokrasi. Yang mana merupakan ciri khas dari modernisasi politik. Adanya keputusan politik yang dibuat dan dilaksanakan oleh pemerintah menyangkut dan mempengaruhi kehidupan warga negara, maka warga negara berhak ikut serta menentukan isi keputusan politik. Berikut adalah penjelasan seputar pengertian Partisipasi politik, bentuk-bentuk partisipasi politik dan Jenis-Jenis Partisipasi Politik.

Definisi Partisipasi politik

Menurut Hutington dan Nelson yang dikutip oleh Cholisin Partisipasi politik adalah kegiatan warga Negara yang bertindak sebagai pribadi-pribadi yang dimaksud untuk mempengaruhi pembuatan keputusan oleh pemerintah.

Menurut Miriam Budiarjo, partisipasi politik secara generik dapat didefinisikan menjadi aktivitas seseorang atau sekelompok orang buat ikut secara aktif pada kehidupan politik, yaitu dengan jalan memilih pemimpin Negara dan pribadi atau nir langsung mempengaruhi kebijakan public (public policy). Kegiatan ini mencakup tindakan misalnya memberikan suara pada pemilihan generik, mengahadiri rapat generik, sebagai anggota suatu partai atau gerombolan kepentingan, mengadakan hubungan (contacting) menggunakan pejabat pemerintah atau anggota perlemen, dan sebagainya.

Menurut Keith Fauls definisi partisipasi politik menjadi keterlibatan secara aktif (the active engagement) dari individu atau grup ke pada proses pemerintahan. Keterlibatan ini mencakup keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan maupun berlaku oposisi terhadap pemerintah.

Menurut Samuel P. Huntington dan Joan M. Nelson dalam No Easy Choice: Political Participation in Developing Countries partisipasi politik merupakan menjadi Kegiatan rakyat negara yang bertindak sebagai pribadi-eksklusif, yang dimaksud menjadi pembuatan keputusan sang pemerintah. Partisipasi bisa bersifat individual atau kolektif, terorganisir atau spontan, mantap atau secara damai atau kekerasan, legal atau illegal, efektif atau tidak efektif.

Partisipasi politik secara harfiah berarti keikutsertaan dalam konteks politik. Hal ini mengacu pada keikutsertaan masyarakat dalam berbagai proses politik. Keterlibatan masyarakat pada segala tahapan kebijakan, mulai dari semenjak pembuatan keputusan sampai dengan penilaian keputusan, termasuk juga peluang buat ikut dan pada aplikasi keputusan.

Pengertian partisipasi politik pada perspektif sosiologi politik, terdapat pada International Encyclopedia of the Social Sciences yang dikutip oleh McClosky, yaitu partisipasi politik merupakan kegiatan-kegiatan sukarela berdasarkan rakyat rakyat melalui hal mana mereka mengambil bagian pada proses pemilihan penguasa, & secara langsung atau nir pribadi, berpartisipasi dalam proses pembuatan kebijakan umum.

Bentuk-Bentuk Partisipasi politik

Menurut Sulaiman dalam Sastropoetro merumuskan bentuk-bentuk partisipasi politik sebagai berikut:

  1. Partisipasi dalam kegiatan bersama secara fisik dantatap muka;
  2. Partisipasi dalam bentuk iuran uang, barang, dan prasarana;
  3. Partisipasi dalam proses pengambilan keputusan; dan
  4. Partisipasi dalam bentuk dukungan.

Jenis Partisipasi politik

  1. Partisipasi pikiran (psychological participation);
  2. Partisipasi tenaga (physical participation);
  3. Partisipasi pikiran dan tenaga (psychological and physical participation);
  4. Partisipasi keahlian (participation with skill);
  5. Partisipasi barang (material participation); dan
  6. Partisipasi uang/dana (money participation).