Thursday, June 18, 2020

Pelajari Teori Organisasi Klasik

Pengertian Teori Organisasi Klasik . Teori ini biasa disebut dengan “teori tradisional” atau disebut juga “teori mesin”. Berkembang mulai 1800-an (abad 19). Dalam teori ini organisasi digambarkan sebuah lembaga yang tersentralisasi dan tugas-tugasnnya terspesialisasi serta memberikan petunjuk mekanistik struktural yang kaku tidak mengandung kreatifitas.

Dikatakan teori mesin karena organisasi ini menganggap insan bagaikan sebuah onderdil yg setiap ketika sanggup dipasang dan digonta-ganti sesuai kehendak pemimpin.

Definisi Organisasi menurut Teori Klasik

Istilah klasik pada pengertian yang generik sering diartikan sebagai sesuatu yg secara tradisional sudah diterima atau sesuatu yg telah semenjak usang relatif mapan. Jika istilah ini dikaitkan menggunakan teori organisasi maka adalah kurang lebih merupakan sebutan untuk suatu pemikiran tentang fenomena organisasi yang telah semenjak lama mapan atau telah sebagai tradisi yg diterima pada kajian mengenai fenomena organisasi. Kesulitan yg ditemui jika istilah klasik diartikan misalnya itu merupakan sukarnya menemukan titik awal menurut kajian mengenai kenyataan organisasi, mengingat telah semenjak sangat lama kajian mengenai organisasi ini sudah dilakukan, baik oleh para pemikir maupun para filsuf akbar dalam masa-masa silam.

Organisasi secara generik digambarkan sang para teoritisi klasik menjadi sangat tersentralisasi, dan tugas-tugasnya terspesialisasi. Para teoritisi klasik menekankan pentingnya rantai perintah & penggunaan disiplin, aturan & pengawasan ketat untuk membarui organisasi-organisasi supaya beroprasi lebih efisien.

Organisasi adalah struktur hubungan, kekuasaan-kejuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi & factor-faktor lain apabila orang bekerja sama.

Teori organisasi klasik mempunyai perkiraan bahwa organisasi selalu mempunyai susunan yang rasional & logis, baik secara irit maupun pencapaian efisiensi. Dengan kata lain, bagi teori organisasi klasik rasionalitas, efisiensi dan laba ekonomis adalah tujuan organisasi. Sejalan menggunakan tujuan yg demikian, insan juga diasumsikan bertingkah laris atau bertindak secara rasional jua. Jika manusia dipandang menjadi mahluk yang rasional maka maka akan gampang bagi pihak manajemen buat mencapai kepentingannya, terutama peningkatan produktifitas melalui peningkatan upah & bonus bagi pihak pekerja.

Teori Organisasi Klasik memusatkan perhatiannya pada penciptaan suatu himpunan teknik-teknik yg rasional, yang diperlukan dalam berbagi baik struktur juga proses dan pula mengarahkan suatu bentuk koordinasi yg sanggup mengintegrasikan interaksi-interaksi antara bagian berdasarkan suatu organisasi.

Teori Klasik sangat meyakini bahwa apabila teknik dan pendekatan yg rasional bisa diwujudkan maka organisasi akan bisa berjalan lebih baik dalam pencapaian tujuan.

Pusat perhatian primer bagi para pemikir teori organisasi klasik ini merupakan organisasi yang beranjak pada bidang bisnis. Hal ini dapat dipahami karena organisasi yang bergerak pada bidang usaha itu, selain mudah dipelajari pula mengharuskan adanya proses dan struktur yang rasional buat mencapai efisiensi. Suatu ciri yg selalu terlekat dalam organisasi yang berkecimpung dalam bidang bisnis. Meskipun demikian, pada perkembangannya lalu lingkupnya meluas dalam semua tipe organisasi, tetapi permanen dengan esensi yang sama, yaitu menekankan segi rasionalitas pada aplikasi aktivitas organisasi.

Aliran Teori Klasik

  1. Teori Birokrasi dikembangkan dari ilmu sosiologi
  2. Teori Administrasi langsung dari praktek manajemen memusatkan aspek makro sebuah organisasi.
  3. Teori Manajemen Ilmiah langsung dari praktek manajemen memusatkan aspek mikro sebuah organisasi.

Semua teori diatas dikembangkan sekitar tahun 1900-1950. Pelopor teori ini kebanyakan dari sebuah negara berbentuk kerajaan “Mesir, Cina & Romawi”.

.

No comments:

Post a Comment