Tuesday, June 30, 2020

Pelajari Dakwah Serta Tujuan Dan Unsur-Unsurnya

Pengertian Dakwah Serta Tujuan Dan Unsur-Unsurnya . Dakwah merupakan bagian integral dari ajaran Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. Kewajiban ini tercermin dari konsep amr ma’ruf dan nahi munkar, yakni perintah untuk mengajak masyarakat melakukan perilaku positif sekaligus mengajak mereka untuk meninggalkan dan menjauhkan diri dari perilaku negatif. Berikut adalah penjelasan seputar pengertian Dakwah, Tujuan dakwah dan unsur-unsur dakwah.

Definisi Dakwah

Secara etimologi (bahasa), dakwah dari dari istilah bahasa Arab dakwah, merupakan bentuk masdar berdasarkan istilah kerja da?A, yad?U, da?Wah, berarti seruan, ajakan, atau panggilan. Kata dakwah pula berarti doa (al-du?A), yakni harapan, permohonan kepada Allah SWT atau seruan (al-nida). Doa atau seruan dalam sesuatu berarti dorongan atau ajakan buat mencapai sesuatu itu (al-du?A ila al-syai? Al-hatsts ?Ala qasdihi) (Ma?Arif, 2011:17).

Sedangkan dakwah secara terminologi (istilah), dakwah ditinjau menjadi seruan dan ajakan kepada manusia menuju kebaikan, petunjuk, serta amar ma?Ruf (perintah yang baik) dan nahi munkar (mencegah kemungkaran) buat menerima kebahagiaan global maupun akhirat (Halimi, 2008:32).

Menurut Nasarudin Latif Dakwah merupakan setiap usaha kegiatan dengan lisan maupun goresan pena yang bersifat menyeru, mengajak, memanggil insan lainnya buat beriman & menaati Allah SWT sinkron menggunakan garis-garis akidah dan syariat serta akhlak Islamiah.

Menurut Ali Makhfud dalam kitabnya ?Hidayatul Mursyidin? Dakwah merupakan mendorong manusia buat berbuat kebajikan & mengikuti petunjuk (kepercayaan ), menyeru mereka pada kebaikan dan mencegah mereka kepada kebaikan dan mencegah mereka berdasarkan perbuatan mungkar agar memperoleh kebahagiaan global & akhirat.

Menurut Quraish Shihab dakwah merupakan seruan atau ajakan pada keinsafan, atau bisnis mengganti situasi yg buruk kepada situasi yg lebih baik dan sempurna baik terhadap eksklusif maupun warga .

Berdasarkan Pengertian Diatas Maka dakwah bisa disimpulkan bahwa

  1. Dakwah adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang bersifat menyeru atau mengajak kepada orang lain untuk mengamalkan ajaran Islam.
  2. Dakwah adalah suatu proses penyampaian ajaran Islam yang dilakukan secara sadar dan sengaja.
  3. Dakwah adalah suatu aktivitas yang pelaksanaannya bisa dilakukan dengan berbagai cara atau metode.
  4. Dakwah adalah kegiatan yang direncanakan dengan tujuan mencari kebahagiaan hidup dengan dasar keridhaan Allah.
  5. Dakwah adalah untuk peningkatan pemahaman keagamaan untuk mengubah pandangan hidup, sikap bathin dan perilaku umat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam menjadi sesuai dengan tuntutan syariat untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat (Munir dan Ilaihi, 2006:21).

Tujuan Dakwah

  1. Tujuan umum dakwah (mayor objective) merupakan sesuatu yang hendak dicapai dalam seluruh aktivitas dakwah. Ini berarti tujuan dakwah yang masih bersifat umum dan utama, di mana seluruh gerak langkahnya proses dakwah harus ditujukan dan diarahkan kepadanya.
  2. Tujuan khusus dakwah (minor objective) merupakan perumusan tujuan sebagai perincian daripada tujuan dakwah. Tujuan ini dimaksudkan agar dalam pelaksanaan seluruh aktivitas dakwah dapat jelas diketahui, ke mana arahnya dan jenis kegiatan apa yang hendak dikerjakan, kepada siapa berdakwah dengan cara yang bagaimana dan sebagaimana dengan cara yang terperinci (Aziz, 2004:67).

Unsur-Unsur Dakwah

  1. Da’i (Pelaku Dakwah) Orang yang melakukan seruan dan ajakan (dakwah) biasa kita kenal dengan istilah “da’i”. Namun, mengingat bahwa proses memanggil atau menyeru tersebut juga merupakan proses penyampaian (tabligh) pesan-pesan tertentu, maka ia juga dikenal dengan sebutan “mubaligh” yakni orang yang berfungsi sebagai komunikator.
  2. Mad’u (Mitra Dakwah) adalah manusia yang menjadi sasaran dakwah. Mereka adalah orang-orang yang telah memiliki atau setidak-tidaknya telah tersentuh oleh kebudayaan asli atau kebudayaan selain islam. Karena itu mad’u senantiasa berubah karena poerubahan aspek sosial kultural, sehingga mad’u ini akan senantiasa mendapatkan perhatian dan tanggapan khusus bagi pelaksanaan dakwah (Pimay, 2006:29).
  3. Maddah (Materi dakwah) adalah isi pesan atau materi yang disampaikan da’i kepada mad’u. Dalam hal ini sudah jelas bahwa yang menjadi maddah dakwah adalah ajaran Islam itu sendiri (Munir & Ilaihi, 2006:24).
  4. Wasilah (media dakwah) adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan materi dakwah (ajaran Islam) kepada mad’u. Untuk menyampaikan ajaran Islam kepada umat, dakwah dapat menggunakan berbagai wasilah. Hamzah Ya’qub membagi wasilah dakwah menjadi lima macam, yaitu: lisan, tulisan, lukisan, audio visual, dan akhlak.
  5. Thoriqah (Metode) Dari segi bahasa metode berasal dari dua kata, yaitu “meta” (melalui) dan “hodos” (jalan atau cara). Dengan demikian kita dapat artikan bahwa metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan.
  6. Atsar (Efek Dakwah) sangat penting sekali artinya dalam proses komunikasi, terutama bagi dakwah yang berisi ajakan atau panggilan untuk berbuat baik, melakukan kebajikan dan mencegah kemunkaran berdasarkan ajaran Islam.

No comments:

Post a Comment