Friday, June 26, 2020

Pelajari Bidan serta Filosofinya

Pengertian Bidan serta Filosofinya . Bidan diakui sebagai tenaga profesional di dalam bidang kesehatan yang bertanggung-jawab dan akuntabel, yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan nasihat selama masa hamil, masa persalinan dan masa nifas, memfasilitasi dan memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri dan memberikan asuhan kepada bayi baru lahir, dan bayi. Asuhan ini mencakup upaya pencegahan, promosi persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anak, dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai, serta melaksanakan tindakan kegawat-daruratan. Berikut adalah penjelasan seputar pengertian Bidan serta Filosofi Bidan.

Pengertian Bidan serta Filosofinya

Definisi Bidan

Istilah Bidan berasal dari kata “Widwan” berasal dari Bahasa Sanksekerta yang berarti “Cakap” (Klinkert, 1892). Di samping itu terdapat istilah “Membidan” yang artinya mengadakan sedekah bagi penolong persalinan yang minta diri setelah bayi berumur 40 hari. Sedangkan dalam Bahasa Inggris “Midwife” berarti with woman as birth, the renewal of life continues through the ages. “With Woman” maksudnya adalah pada saat mendampingi perempuan selama proses persalinan dan pada saat memberikan pelayanan kebidanan, seorang bidan harus mempunyai rasa empati, keterbukaan, menumbuhkan rasa saling percaya (trust), bidan harus mengetahui pikiran dan perasaan serta proses yang dialami ibu dan keluarganya.

Secara Internasional pengertian bidan dan praktiknya telah diakui oleh International Confederation of Midwives (ICM) tahun 1972 dan International Federation of International Gynecologist and Obstetrian (FIGO) tahun 1973, WHO dan badan–badan lainnya. Pada tahun 1990 pada petemuan Dewan di Kobe, ICM menyempurnakan definisi tersebut yang kemudian disahkan oleh FIGO (1991) dan WHO (1992), sebagai berikut “A midwife is a person who, having been regulary admitted to a midwifery educational program fully recognized in the country in which it is located, has succesfully completed the prescribed course of studies in midwifery and has acquired the requiste qualification to be registered and or legally licensed to practice midwifery” (Bidan adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan bidan yang diakui oleh negara serta memperoleh kualifikasi dan diberi ijin untuk melaksanakan praktik kebidanan di negara itu).

Menurut WHO Bidan merupakan seorang yang telah diakui secara reguler pada program pendidikan kebidanan sebagaimana yang diakui yuridis, dimana dia ditempatkan & telah menuntaskan pendidikan kebidanan dan telah mendapatkan kualifikasi serta terdaftar disahkan & menerima ijin melaksanakan praktik kebidanan.

Definisi Bidan Pasal 1 buah 1 Kepres no.23 tahun 1994 tentang pengangkatan bidan menjadi pegawai tidak tetap berbunyi: bidan adalah seseorang yg telah mengikuti acara pendidikan bidan dan lulus ujian sesuai menggunakan persyaratan berlaku.

Definisi Bidan Pasal 1 butir 1 Kepmenkes No.822/Menkes/SK/IX/1993 tentang penyelenggaraan acara pendidikan Bidan, berbunyi : Bidan adalah seorang yang sudah mengikuti dan lulus acara pendidikan Bidan sinkron dengan persyaratan yang berlaku.

Definisi Bidan dalam Lampiran Kepmenkes No 871/Menkes/SK/VIII/1994 tentang petunjuk teknis pelaksanaan pengangkatan bidan sebagai pegawai nir tetap. Bidan adalah seseorang yang telah mengikuti program pendidikan bidan & lulus ujian sinkron dengan persyaratan yg berlaku.

Definisi Bidan Pasal 1 buah 1 Permenkes No. 572/Menkes/Per/VI/1996 berbunyi Bidan adalah seseorang perempuan yang telah megikuti dan merampungkan pendidikan bidan yg sudah diakui pemerintah & lulus ujian sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

Definisi Bidan pada Permenkes Nomor 1464/Menkes/Per/IX/2010,pasal 1 ayat 1. Bidan merupakan seorang wanita yg lulus menurut pendidikan bidan yang sudah teregistrasi sinkron ketentuan peraturan perundang-undangan.

Definisi Kebidanan. Kebidanan (Midwifery) adalah ilmu yang terbentuk menurut sintesa aneka macam disiplin Ilmu (multi disiplin) yg terkait menggunakan pelayanan kebidanan meliputi ilmu kedokteran, ilmu keperawatan, ilmu sosial, ilmu konduite, ilmu budaya, ilmu kesehatan masyarakat, dan ilmu manajemen buat bisa menaruh pelayanan kepada ibu menurut masa pra konsepsi, masa hamil, mak bersalin / post partum, bayi baru lahir. Pelayanan tersebut meliputi pendeteksian keadaan abnormal dalam ibu dan anak, melaksanakan konseling dan pendidikan kesehatan terhadap individu, keluarga & rakyat.

Filosofi Bidan

Filosofi Kebidanan dapat diartikan menjadi keyakinan/cara pandang & nilai yang dianut sang seorang bidan pada memberikan pelayanan kebidanan.

Filosofi kebidanan Menurut Guilland and Pairman filosofi mencakup 4 aspek yaitu, hamil, bersalin dan masa nifas merupakan insiden alamiah (natural) & fisiologis (normal). Peran bidan merupakan kehamilan normal, persalinan normal dan masa nifas normal, women centered,dan continuity of care.

Filosofi kebidanan berdasarkan Kepmenkes 369/Menkes/SK.III/2007. Dalam menjalankan kiprahnya bidan memiliki keyakinan yang dijadikan panduan pada memberikan asuhan. Keyakinan tadi mencakup :

  1. Keyakinan tentang kehamilan dan persalinan merupakan suatu proses alamiah dan bukan penyakit.
  2. Keyakinan tentang setiap perempuan adalah pribadi yang unik mempunyai hak, kebutuhan, keinginan masing-masing.
  3. Keyakinan fungsi profesi dan manfaatnya. Fungsi utama profesi bidan adalah mengupayakan kesejahteraan ibu dan bayinya.
  4. Keyakinan tentang pemberdayaan perempuan dan membuat keputusan.
  5. Keyakinan tentang tujuan utama asuhan kebidanan untuk menyelamatkan ibu dan bayi (mengurangi kesakitan dan kematian).
  6. Keyakinan tentang kolaborasi dan kemitraan praktik kebidanan dilakukan dengan menempatkan perempuan sebagai partner dengan pemahaman holistik
  7. Bidan berkeyakinan bahwa setiap individu berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan dan perbedaan kebudayaan.
  8. Setiap individu berhak untuk dilahirkan secara sehat, untuk itu maka setiap wanita usia subur, ibu hamil, melahirkan dan bayinya berhak mendapat pelayanan yang berkualitas.
  9. Pengalaman melahirkan anak merupakan tugas perkembangan keluarga, yang membutuhkan persiapan sampai anak menginjak masa masa remaja.

Referensi

Konsep Kebidanan & Etikolegal Dalam Praktik Kebidanan

No comments:

Post a Comment