Wednesday, July 8, 2020

Seputar Pengertian Antonim Serta Contoh dan Jenisnya

Seputar Pengertian Antonim Serta Contoh dan Jenisnya . Apa itu Antonim. Berikut adalah penjelasan tentang pengertian/ definisi antonim serta Contoh dan jenis antonim berdasarkan sifatnya.

Definisi Antonim

Pengertian Antonim adalah suatu istilah yg antagonis makna dengan kata lain. Antonim dianggap pula menggunakan lawan istilah.

Menurut Saeed Pengertian Antonim merupakan istilah-kata yg maknanya beroposisi Dengan kata lain, antonim merupakan istilah-kata yang maknanya antagonis.

Seputar Pengertian Antonim Serta Contoh dan Jenisnya

Contoh Kata Antonim

  1. Besar berantonim dengan kecil
  2. Mudah berantonim dengan sukar
  3. Bagus berantonim dengan buruk
  4. Besar berantonim dengan kecil
  5. Membeli berantonim dengan menjual
  6. Lebar berantonim dengan sempit
  7. Tinggi berantonim dengan rendah

Hubungan antonim berlaku timbal-balik . Artinya, kita dapat mengungkapkan bahwa mudah adalah antonim dari sukar, ataupun kebalikannya, sukar merupakan antonim dari mudah.

Jika pasangan antonim bermakna kuantitas eksklusif, khususnya berukuran, umumnya terdapat kutub yang positif seperti tinggi, lebar, & besar dan kutub yang negatif misalnya rendah, sempit, & mini . Jika hubungan antonim ditiadakan demi suatu pengungkapan yang lebih generik, misalnya kuantitas saja maka hubungan keantoniman pada netralisasi kan, seperti dalam tuturan berikut : uang sebanyak (bukan sekecil) seratus Rupiah; dinding dengan tinggi (bukan serendah) satu meter; gang selebar (bukan sesempit) hanya satu meter saja.

Jenis Antonim Berdasarkan Sifatnya

  1. Antonim mutlak, yaitu antonim yang mengemukakan pertentangan makna kata-kata secara mutlak. Misalnya, antonim kata gerak dengan diam. Sesuatu yang (ber)gerak tentu tidak dalam keadaan diam; dan sesuatu yang diam tentu tidak dalam keadaan bergerak. Kedua proses ini tidak dapat berlangsung bersamaan, tetapi secara bergantian.
  2. Antonim kutub, yaitu antonim yang mengemukakan pertentangan makna kata-kata tidak secara mutlak, tetapi secara gradasi. Artinya, terdapat tingkat- tingkat makna pada kata-kata yang bertentangan tersebut. Contohnya antonim kata kaya dan kata miskin. Orang yang tidak kaya belum tentu merasa miskin, dan begitu juga orang yang tidak miskin belum tentu merasa kaya.
  3. Antonim hubungan, yaitu antonim yang mengemukakan makna kata-kata yang bersifat saling melengkapi atau bersifat relasional. Artinya, kehadiran kata yang satu karena ada kata yang lain yang menjadi oposisinya. Misalnya, kata menjual berantonim dengan kata membeli. Kata menjual dan membeli walaupun maknanya berlawanan, tetapi proses kejadiannya berlaku serempak. Proses menjual dan membeli terjadi pada waktu yang bersamaan, sehingga bisa dikatakan tak akan ada proses menjual jika tidak ada proses membeli.
  4. Antonim hierarkial, yaitu antonim yang mengemukakan makna kata-kata berupa deret jenjang atau tingkatan. Oleh karena itu, kata-kata yang beroposisi hierarkial adalah kata-kata berupa nama satuan ukuran, nama satuan hitungan dan penanggalan, nama jenjang kepangkatan dan sebagainya. Umpamanya kata meter berantonim hierarkial dengan kata kilometer karena berada dalam deretan nama satuan yang meyatakan ukuran panjang.

No comments:

Post a Comment