Wednesday, May 20, 2020

Pelajari Agroindustri

Pengertian Agroindustri . agroindustri meningkatkan devisa negara dengan menjaring nilai tambah, memperkuat struktur ekspor, mengurangi resiko fluktuasi harga komoditas, dan mencegah penurunan nilai tukar, serta antisipasi terhadap kejenuhan pasar komoditas. Pengembangan agroindustri dapat dimulai dari skala kecil. Industri kecil ini adalah badan usaha yang menjalankan proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa dalam skala kecil.

Definisi Agroindustri

Agroindsutri adalah suatu perusahaan yang mengolah bahan baku pertanian, termasuk tanah dan tanaman serta ternak menjadi produk olahan, baik produk antara (intermediate product) maupun produk akhir (finish product) (Arifin, 2004).

Menurut Austin (1992), pengertian agroindustri merupakan perusahaan yg memasak bahan-bahan yg asal berdasarkan tumbuhan & fauna. Istilah agroindustri merujuk pada suatu jenis industri yg bersifat pertanian,misalnya halnya istilah industri logam atau industri obat yang merujuk kepada suatu jenis industri eksklusif (Notohadiprawiro, 2005).

Menurut Soekartawi (2000) membagi pengertian agroindustri pada dua hal, yaitu pertama agroindustri menjadi industri yg berbahan baku utama berdasarkan produk pertanian dan ke 2 agroindustri menjadi suatu tahapan pembangunan sebagai kelanjutan menurut pembangunan pertanian tetapi sebelum tahapan pembangunan tersebut mencapai tahapan pembangunan industri. Dan juga menjelaskan bahwa agroindustri memiliki peranan yang sangat penting pada pembangunan pertanian. Hal ini bisa dipandang menurut kontribusinya dalam hal menaikkan pendapatan pelaku agribisnis, menyerap energi kerja, mempertinggi perolehan devisa, dan mendorong tumbuhnya industri lain.

Dari pandangan para ahli sosial ekonomi, agroindustri (pengolahan hasil pertanian) adalah bagian dari lima subsistem agribisnis yg disepakati, yaitu subsistem penyediaan sarana produksi dan peralatan. Bisnis tani, pengolahan hasil, pemasaran, wahana dan training. Agroindustri dengan demikian meliputi Industri Pengolahan Hasil Pertanian (IPHP), Industri Peralatan Dan Mesin Pertanian (IPMP) & Industri Jasa Sektor Pertanian (IJSP).

Definisi lain yg bisa disebutkan mengungkapkan bahwa agribisnis adalah setiap kegiatan perusahaan yang dimaksudkan buat mencapai keuntungan, meliputi bahan-bahan pertanian atau pengolahan, pemasaran, transportasi, dan distribusi material dan produk-produk konsumen.

Menurut Ewel Roy (1989) agribisnis menjadi pengetahuan yang mengkoordinasikan masukan pertanian, input, seterusnya produksi, pengolahan, dan distribusi produk makanan & serat.

Soeharjo (1990) menyatakan bahwa agroindustri biasanya memiliki kaitan erat dengan sisi hulu (input) & hilir (pengolahan output), sebagai akibatnya pengertiannya mencakup 2 jenis pengolahan, yaitu sebagai berikut.

  1. Industri pengolahan input pertanian yang pada umumnya tidak berlokasi di pedesaan, padat modal, dan berskala besar. Contoh : industri pupuk dan pestisida.
  2. Industri pengolahan hasil pertanian. Contoh: pengolahan pucuk teh menjadi teh hijau atau teh hitam, pengalengan buah, pengalengan minyak kelapa, dsb.

Menurut Soeharjo (1990), aktivitas agroindustri dapat berlangsung di 3 tempat, yaitu :

  1. Dalam rumah tangga yang dilakukan oleh anggota rumah tangga petani penghasil bahan baku.
  2. Dalam bangunan yang terpisah dari tempat tinggal tetapi masih dalam satu pekarangan, dengan menggunakan bahan baku yang dibeli di pasar, dan menggunakan tenaga kerja terutama dari keluarga.
  3. Dalam perusahaan kecil, sedang, atau besar yang menggunakan buruh upahan dan modal yang lebih intensif dibandingkan dengan industri rumah tangga.

Referensi

Manajemen Agribisnis Pendekatan Manajemen Dalam Agribisnis DR. SRI AYU ANDAYANI, S.P., M.P.

Sioekartawi. 2000. Pengantar Agroindustri. PT Raja Grafindo Jakarta. Jakarta

.

No comments:

Post a Comment